Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Aceh, yaitu Bank Aceh, untuk memperkuat konektivitas ekonomi lintas wilayah serta mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Kantor Gubernur Aceh beberapa waktu lalu.
Kemitraan ini tidak terbatas pada sektor perbankan dan keuangan syariah semata, tetapi juga mencakup dukungan terhadap ekosistem usaha di berbagai bidang strategis, seperti energi, industri, dan agribisnis. Dalam kesepakatan tersebut, Bank Jateng memegang peran sentral dalam penguatan sektor keuangan syariah melalui kolaborasi erat dengan Bank Aceh. Sinergi perbankan ini diharapkan mampu memfasilitasi transaksi bisnis serta pembiayaan bagi para pelaku usaha dari kedua provinsi, sekaligus menciptakan ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif, kokoh, dan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang, menyatakan bahwa Aceh memiliki potensi ekonomi yang sangat besar yang dapat disinergikan dengan kekuatan ekonomi Jawa Tengah. “Kami memandang kolaborasi ini sebagai jembatan emas bagi pertumbuhan ekonomi kedua daerah. Bank Jateng berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan finansial yang optimal serta solusi perbankan yang inovatif guna mendukung geliat bisnis antara pelaku usaha Jawa Tengah dan Aceh,” ujar Bambang seperti dikutip dari laman resmi Bank Jateng pada Senin, 4 Mei 2026. Ia juga menekankan bahwa sinergi antara Bank Jateng dan Bank Aceh akan berfokus pada penguatan kapasitas daerah serta mempermudah akses investasi bagi para investor dan pelaku usaha.
Selain sektor keuangan, kerja sama ini juga melibatkan unit usaha strategis milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, antara lain PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan PT Jateng Petro Energi (JPEN). Ketiga BUMD Jawa Tengah ini berkolaborasi dengan PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) untuk menggarap potensi di sektor energi dan industri berbasis potensi daerah masing-masing. Pendekatan kerja sama yang terintegrasi ini diharapkan mampu menciptakan efek domino yang positif bagi masyarakat di kedua wilayah, baik dari sisi penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, maupun penguatan rantai pasok ekonomi.
Melalui keterlibatan aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta asosiasi usaha seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bank Jateng optimistis bahwa sinergi ini akan melahirkan peluang usaha baru yang kompetitif di tingkat nasional. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi model bagi kerja sama antardaerah lainnya di Indonesia, terutama dalam hal pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Dengan adanya sinergi antara Bank Jateng dan Bank Aceh, diharapkan terjadi peningkatan akses permodalan, percepatan digitalisasi layanan perbankan syariah, serta penguatan jaringan bisnis antara pelaku usaha dari dua provinsi yang memiliki karakteristik ekonomi berbeda namun saling melengkapi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.
Secara keseluruhan, kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia. Ke depan, kedua bank daerah ini akan terus menjajaki peluang kolaborasi lebih luas, termasuk di sektor pariwisata, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata dan berkeadilan.