FK2PD dan PCNU Demak Resmikan Komitmen Pesantren Ramah Anak

Forum Komunikasi Kiai Pesantren Demak (FK2PD) bersama PCNU Demak menggelar acara deklarasi bertajuk “Forum Pesantren Ramah Anak” di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan pengasuh pondok pesantren, para kiai, serta tokoh Nahdlatul Ulama. Tujuannya adalah untuk menjaga martabat pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang aman, nyaman, dan ramah bagi santri.

Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata, menyampaikan bahwa deklarasi ini lahir dari kegelisahan atas berbagai kasus yang melibatkan nama baik pesantren di beberapa daerah. Ia menegaskan bahwa para kiai dan pengasuh pesantren bersatu dalam seruan moral agar perilaku menyimpang dari agama dan hukum tidak terjadi di lingkungan pesantren. Ia juga menekankan bahwa tindakan amoral oknum tertentu tidak boleh digeneralisasi sebagai citra pesantren atau ulama. Menurutnya, pesantren adalah bagian penting dari cita-cita para ulama dan pendiri bangsa yang harus dijaga sebagai pusat pendidikan akhlak.

Ketua PCNU Demak, Muhammad Aminudin, menjelaskan bahwa pihaknya melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) akan terus mengawal penguatan pesantren ramah anak di Demak. Meskipun kasus kekerasan di pesantren hanya terjadi dalam persentase kecil, pemberitaan di media sosial membuat pesantren terkesan tidak ramah anak secara umum. Dampaknya, beberapa pesantren mengalami penurunan jumlah pendaftar santri baru, misalnya dari biasanya 800 menjadi hanya sekitar 300 santri. Karena itu, PCNU Demak menginstruksikan RMI untuk melakukan edukasi kepada pengelola pesantren dan santri tentang pentingnya pengelolaan pesantren yang aman, humanis, dan sesuai perkembangan zaman.

WhatsApp Hubungi Kami

Ketua RMI Demak, Cholilulloh, menyatakan deklarasi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral pesantren untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Pihaknya merasa terpanggil mencari solusi permanen dan berkelanjutan agar kasus serupa tidak terulang. Ia mengingatkan pentingnya memahami psikologi anak serta menjaga interaksi yang sehat antara pengasuh dan santri, sehingga tidak terjadi kekerasan seksual maupun fisik. Anak-anak harus merasa aman dan nyaman saat belajar di pesantren.

Acara ini juga diisi tausiyah oleh Ketua Forum Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren Nasional, Syaefullah Maksum, tentang psikologi anak dan konsep pesantren ramah anak. Turut hadir Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Jogoloyo, Usman Arrumy, serta Rais Syuriyah PCNU Demak, KH Zainal Arifin Ma’shum, yang memimpin doa. Berdasarkan data per April 2026, Kabupaten Demak memiliki 205 pondok pesantren dengan total 26.368 santri. Melalui deklarasi ini, para kiai berharap pesantren tetap menjadi benteng moral umat dan pusat pendidikan Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang penuh kasih sayang terhadap anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *