Purworejo – Seorang mahasiswa asal Purworejo berhasil menembus ruang akademik Universitas Indonesia (UI) untuk berbagi pengalaman sebagai konten kreator digital. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa santri mampu bersaing di era digital.
Muhammad Rofiki, mahasiswa semester enam Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Berjan, mendapat kehormatan mengisi kelas di Fakultas Vokasi Universitas Indonesia, Jakarta. Pemilik akun Instagram yang fokus pada konten sejarah ini hadir memberikan materi praktis dalam mata kuliah Manajemen Produksi pada Program Studi Sarjana Terapan Produksi Media.
Kehadiran Rofiki pada pertengahan Maret lalu menjadi bukti bahwa kompetensi praktis sebagai konten kreator kini sangat diapresiasi oleh institusi pendidikan tinggi ternama.
Paparkan Proses Kreatif Selama 1,5 Jam
Selama kurang lebih satu setengah jam, Rofiki memaparkan proses kreatif di balik pengelolaan akun media sosial yang memiliki ratusan ribu pengikut setia. Ia diundang secara khusus agar para mahasiswa dapat melihat langsung implementasi teori manajemen produksi dalam industri kreatif digital yang tengah berkembang pesat.
“Awalnya saya kira hanya sekadar berbagi biasa, mungkin lima sampai sepuluh menit selesai. Tapi ternyata sampai satu setengah jam, ada presentasi dan diskusi,” ujar Rofiki.
Santri yang masih menempuh pendidikan di Ponpes An-Nawawi ini menjelaskan bahwa antusiasme peserta didik di kelas tersebut sangat tinggi selama sesi berlangsung. Menurutnya, para mahasiswa sangat tertarik menggali sisi implementatif yang mungkin tidak ditemukan secara mendalam dalam literatur teori di kelas formal.
Ia menekankan bahwa kekuatan konten bukan hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada konsistensi dalam membangun narasi dari titik nol. Latar belakangnya sebagai santri tidak menjadi hambatan untuk bersaing dan berbagi pengetahuan di tingkat nasional.
Apresiasi dari Kampus
Pihak IAI An-Nawawi memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian luar biasa yang diraih oleh mahasiswanya. Dosen IAI An-Nawawi, Anwar Ma’rufi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk nyata dari keberanian mahasiswa dalam mengeksplorasi potensi diri di luar lingkungan kampus.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan mahasiswa kami dan sepenuhnya mendukung. Kami berharap ini bisa menjadi contoh yang baik,” tutur Anwar Ma’rufi.
Kehadiran praktisi di dalam ruang kelas diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademis dengan kebutuhan nyata industri media saat ini.
Melalui pengalaman ini, Rofiki berharap semakin banyak mahasiswa daerah yang berani tampil dan menunjukkan karya mereka di kancah nasional melalui berbagai platform digital. Kisah sukses ini menunjukkan bahwa platform digital memberikan ruang yang setara bagi siapa saja untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas di seluruh Indonesia.