KH Ali Masykur Berikan Empat Amanah untuk JATMAN Kota Pekalongan: Jaga Tradisi Tarekat NU

Pekalongan – Pengurus baru Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Kota Pekalongan periode 2026–2030 resmi dilantik. Dalam kesempatan itu, Mudir ‘Ali Idarah Aliyyah JATMAN, Prof Dr KH Ali Masykur Musa, menyampaikan empat pesan penting yang menjadi amanah besar bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di lingkungan tarekat.

Pelantikan yang digelar di gedung Aswaja Kota Pekalongan ini dihadiri oleh ratusan jamaah, kiai, serta pengurus NU. Prosesi baiat dipimpin langsung oleh Katib ‘Ali KH Zainal Arifin Ma’shum didampingi Sekretaris Umum Dr KH Ali Abdillah.

Empat Amanah yang Tidak Boleh Ditinggalkan

WhatsApp Hubungi Kami

KH Ali Masykur Musa menegaskan bahwa setiap warga NU memiliki empat tanggung jawab besar yang wajib dirawat, yaitu amanah diniyyah, wathaniyah, ummah, dan thariqiyyah.

Pertama, amanah diniyyah, yakni menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah agar tetap moderat dan membumi di tengah masyarakat. “Hanya warga NU yang mampu menjaga amanah ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Kedua, amanah wathaniyah (kebangsaan). Menurutnya, sejarah membuktikan NU selalu berada di garis depan memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sejak sebelum kemerdekaan hingga era modern.

Ketiga, amanah ummah, yaitu tanggung jawab membimbing umat agar tidak kehilangan arah di tengah perubahan sosial yang begitu cepat.

Keempat, amanah thariqiyyah, yakni menjaga tradisi tarekat sebagai jalan penyucian hati dan penguatan spiritual. “Thariqah merupakan pengamalan Islam itu sendiri sebagai jalan tazkiyah al-nafs wa tashfiyah al-qalb (penyucian jiwa dan pembersihan hati),” jelasnya.

JATMAN: Benteng Moral dan Spiritual di Era Modern

Pelantikan ini menjadi penegasan bahwa tradisi tarekat, spiritualitas, dan Islam Nusantara masih memiliki denyut kuat di tengah arus modernisasi. Bagi kalangan JATMAN, tarekat bukan hanya ritual dzikir, tetapi juga benteng moral dan spiritual masyarakat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Sementara itu, Rais JATMAN Kota Pekalongan, KH M Mujib Hidayat, mengungkapkan rasa syukur atas resmi dilantiknya kepengurusan baru. Ia berharap seluruh pengurus mampu menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan pengabdian.

“Alhamdulillah, Idarah Syu’biyyah JATMAN Kota Pekalongan telah resmi ber-SK dan dilantik. Mudah-mudahan seluruh pengurus benar-benar melaksanakan tugas bukan sekadar kewajiban, tetapi sebagai bentuk khidmah (pengabdian tulus),” tuturnya.

Menurutnya, semangat khidmah memiliki makna lebih dalam daripada sekadar taat. “Kalau taat cukup menjalankan perintah, tetapi khidmah lebih dari itu. Ketika ada kemanfaatan untuk umat, maka harus dilaksanakan meskipun bukan perintah langsung,” jelasnya.

Ulama Nusantara Dikenal Miliki Kekuatan Spiritual

Dalam sambutannya, perwakilan Idarah Wustha JATMAN Jawa Tengah, Prof Dr Mahmutarom SH MH, menyoroti kejayaan Islam Nusantara yang dahulu sangat disegani dunia internasional. Menurutnya, kekuatan itu lahir dari perpaduan ilmu syariat, spiritualitas, dan tradisi hikmah para ulama tarekat.

“Dahulu orang Barat sangat takut terhadap Islam Indonesia karena para ulama menguasai ilmu hikmah, dan itu dimiliki kalangan tarekat mu’tabarah,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah ulama besar seperti Syekh Abdul Ghani al-Bimawi, Syaikhona Kholil Bangkalan, hingga Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sebagai figur yang memiliki kedalaman ilmu syariat sekaligus kekuatan spiritual luar biasa.

Pelantikan JATMAN Kota Pekalongan ini sekaligus menegaskan bahwa tradisi tarekat di lingkungan NU tetap relevan di era digital. Keberadaannya dinilai masih diperlukan sebagai ruang pembinaan akhlak, ketenangan jiwa, serta penguatan spiritual masyarakat. JATMAN pun diharapkan mampu menjadi jembatan dakwah Islam yang sejuk, moderat, dan membangun harmoni sosial di tengah kemajemukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *