Khutbah Jumat: Empat Hal Pertanyaan Pada Waktu Dihisab

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ. أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ سورة الحشر: ١٨

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

WhatsApp Hubungi Kami

Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kepada Allah SWT yaitu dengan menjalankan perintah Allah dan menjahui larangan Allah SWT karena hanya dengan bertaqwa kepada Allah lah kita akan memeperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sebagai umat rasulullah nabi Muhamad SAW tentu kita kita mengimani apa yang dikatakan oleh beliau walaupun hal tersebut perkara yang ghoib, seperti adanya yaumul hisab dan sesuatu yang akan terjadi didalanya seperi empat perkara yang bakal ditanya ketika hari perhitungan amal nanti

Rasulullah SAW pernah menyebutkan dalam haditsnya bahwa tiap manusia nantinya akan mendapat pertanyaan mengenai amal perbuatannya di hadapan Allah SWT pada hari kiamat. Pertanyaan tersebut mencakup persoalan umum dan khusus di luar keimanan dan ibadah seseorang.

Menurut Hadist Riwayat Imam Tirmidzi Rasulullah Muhammad SAW. Secara jelas menerangkan tentang empat perkara yang akan ditanya ketika hisab nanti

Rasulullah bersabda :

لَا تَزُوْلُ ٍقَدَمَا عَبْد يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلُ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا اَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ اَيْنَ إِكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا اَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ

Artinya: ” Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggung jawaban) tentang umurnya kemana dihabiskan, tentang ilmunya bagaimana dia mengamakannya, tentang hartanya darimana dia peroleh dan kemana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan. (HR. Imam Tirmidzi).

Menurut hadits ini ada 4 perkara yang nantinya kita dimintai pertanggung jawaban pada saat hari kiamat atau tepatnya di Yaumil Hisab yaitu hari perhitungan amal manusia. Empat perkara itu adalah :

Pertama, umur kita akan ditanya untuk apa digunakan ketika di alam dunia. Apakah untuk beribadah dan amal kebajikan ataukah sebaliknya hanya untuk maksiat dan berfoya- foya saja. Kalau umur kita digunakan untuk beribadah dan amal kebajikan baik terkait hablum minallah seperti sholat, puasa, haji dan sebagainya, hablum minannas seperti menolong sesama, menyantuni fakir miskin dan sebagainya atau hablumminal alam seperti mengasihi binatang tidak menyiksanya, tidak membuang sampah sembarangan dan sebagainya.

Semua itu nilainya baik tentu kita akan dimasukan ke suraganya Allah swt. Begitu juga sebaliknya kalau digunakan untuk bermaksiat dan foya-foya tentu nerakalah yang akan menjadi tempat kembalinya.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Kedua, kita akan dimintai pertanggung jawaban soal ilmu kita. Apakah kita sudah mencari ilmu dan kalau sudah apakah sudah mengamalkannya.

Rasulullah bersabda :

عن حذيفة قال رسول الله : وَيْلٌ لِمَنْ لاَ يَعْمَلْ، وَوَيْلٌ لِمَنْ عَلِمَ ثُمَّ لَا يَعْمَلُ

Artinya: “ Dari Khudaifah Rasulullah SAW bersabda : Celakalah orang yang tidak belajar ilmu agama yang Fardlu Ain dan celaka pula orang yang mempelajarinya tapi tidak mengamalkannya.

Ketiga, kita akan ditanya soal harta, dari mana kita mendapatkannya, apakah dengan jalan yang halal ataukah dengan jalan yang diharamkan. Dan setelah mendapatkan harta untuk apa harta itu digunakan.

Apakah untuk hal-hal yang baik ataukah justru untuk hal-hal maksiat kepada Allah SWT. Maka harta yang paling baik adalah harta yang dimiliki oleh orang-orang soleh karena hartanya digunakan untuk hal-hal yang baik.

Rasulullah SAW bersabda :

نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلرَّجُل الصَّالِح

Artinya : Sebaik-baiknya harta adalah harta yang dimiliki oleh orang-orang yang sholeh (HR. Imam Ahmad).

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Keempat kita akan ditanya/dimintai pertanggung jawaban soal tubuh kita/badan kita digunakan untuk beribadah dan berbuat kebaikan niscaya kita akan senang dan bahagia karena kembalinya ke Surga Allah SWT.

Tapi bila digunakan untuk bermaksiat dan melakukan hal-hal yang tidak baik tentu tempat kembalinya adalah neraka. Na’udzu billahi mindzalik.

Mudah-mudahan kita semua diselamatkan oleh Allah baik di dunia, di kubur atau di akhirat nanti, aamiin ya robbal alamiin.

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ , بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَحِيْمِ . وَالْعَصْرِ . إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَـمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَشْكُرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا ٍمُحَمَّد

نِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ.

وَعَلىَ آلِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَرَضِيَ اللهُ عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنْ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ،فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ،فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، رَبَّنَاآتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ غَيْرَ ضٰالِّيْنَ وَلاَ مُضِلِّيْنَ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتَناَ وآمِنْ رَوْعَاتَنا وَاكْفِنَا مَا أَهَمَّنَا وَقِنَا شَرَّ ما نَتَخوَّفُ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى ويَنْهٰى عَنِ الفَحْشٰاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Penulis: Dr. KH Abdul Fatah,. M.Pd.I, Sekretaris LD PCNU Kabupaten Tegal.

Khutbah Jumat versi Bahasa Indonesia: Unduh Disini
Khutbah Jumat versi Bahasa Jawa: Unduh Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *