Kendal – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kendal menggelar Istighosah & Selapanan Rutin Kedua bertempat di rumah dinas Wakil Bupati Kendal pada Sabtu, 13 September 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi, S.Ag, didampingi Ketua PKK Kabupaten Kendal Hj. Niken Larasati, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidullah Shodaqoh, Ketua PC GP Ansor Kendal, H. Ali Nurudin, ST yang didampingi Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kendal, H. Ibnu Mundhir Nadhir, SH, serta Kasatkorcab Banser Kendal. Selain itu, jajaran pengurus PC GP Ansor tingkat cabang dan anak cabang se-Kabupaten Kendal juga turut hadir.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Istighosah yang dipimpin oleh Ketua MDS Rijalul Ansor Kendal, H. Ibnu Mundhir Nadhir, SH, sebagai bentuk doa bersama memohon keberkahan dan keselamatan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi, S.Ag, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan selapanan.
“Alhamdulillah pada hari ini kita bisa melaksanakan selapanan yang kedua kalinya. Semoga kegiatan ini membawa kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat Kendal,” ujarnya.
Beliau juga mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran ulama kharismatik Jawa Tengah, KH. Ubaidullah Shodaqoh, yang dikenal peduli terhadap kemajuan bangsa, khususnya di bidang pertanian.
“Beliau bahkan menulis sebuah karya buku berjudul Petani Kehilangan Lahan yang membahas nasib para petani di tengah tantangan zaman,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kendal juga menegaskan bahwa kondisi Kabupaten Kendal saat ini terpantau kondusif meskipun di beberapa wilayah masih terdapat sedikit gejolak. Menurutnya, hal tersebut berkat peran serta semua pihak, termasuk Ansor dan Banser.
Sementara itu, KH. Ubaidillah Shodaqoh dalam tausiyahnya menekankan peran pentingnya tokoh agama dan pengurus organisasi untuk dekat dengan berbagai kalangan.
“Seorang tokoh agama atau pengurus organisasi harus bisa dekat lintas kalangan seperti masyarakat, mahasiswa, LSM, hingga pegiat lingkungan. Dengan begitu, kita bisa mengetahui secara langsung problematika masyarakat,” jelasnya.
Beliau juga menegaskan bahwa kehadiran Ansor harus benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui aspek kemandirian ekonomi, sosial, maupun keagamaan.
Kiai Ubaidillah menyoroti persoalan pertanian yang menjadi salah satu sumber problematika bangsa. Menurutnya, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit.
“Ansor harus hadir sampai tingkat bawah, memahami permasalahan masyarakat, termasuk dalam sektor pertanian. Contohnya bagaimana cara mengolah tanah yang baik, memilih bibit unggul, serta memanfaatkan pupuk organik sebagai solusi ramah lingkungan,” tegasnya.
Melalui kegiatan Selapanan Rutin ini, GP Ansor Kendal diharapkan semakin memperkuat peran dan kontribusinya di tengah masyarakat. Selain sebagai wadah kaderisasi, GP Ansor juga dituntut untuk menjadi solusi bagi permasalahan sosial, ekonomi, hingga lingkungan yang menimpa warga Kendal.