SEMARANG, kabarnujateng.com – Tim Paduan Suara Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Wahid Hasyim Choir (WHC), kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang Malaysian Choral Eisteddfod International Choral Festival (MCE ICF) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, WHC berhasil meraih dua medali emas sekaligus.
Wakil Rektor III Unwahas bidang Kemahasiswaan, Dr Ratih Pratiwi, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut bukan hanya mengharumkan nama Unwahas, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Indonesia di dunia paduan suara internasional.
“Prestasi ini menjadi monumen penting dalam perjalanan panjang Unwahas. Ini bukti bahwa Unwahas sudah benar-benar go international dan talenta muda kami mampu bersaing di panggung global,” ungkapnya di Semarang, Rabu (13/11/2025).

Ratih mengapresiasi kerja keras para anggota tim dan pelatih yang telah berjuang dengan sepenuh hati. Ia berharap capaian ini tidak membuat lengah, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan mempertahankan prestasi di masa mendatang.
Sementara itu, Pembina WHC Unwahas M Fajar Fatkhan Fuadi mengaku bersyukur atas keberhasilan timnya yang diumumkan pada Sabtu (8/11/2025).
“Ini perolehan yang spektakuler bagi kami. Usaha keras yang dilakukan bersama akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, WHC tampil memukau dan berhasil menjadi Runner-up di dua kategori yang diikuti, yakni Mixed Youth dan Folklore. Mereka bersaing ketat dengan belasan peserta dari berbagai negara, bahkan hanya terpaut satu poin dari juara utama.
Kabag Kemahasiswaan Unwahas, Kamilin, yang turut mendampingi tim selama berlaga, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan.
“Terima kasih kepada BSI, Srikandi Jawa Tengah, serta seluruh jajaran Yayasan Wahid Hasyim Semarang atas dukungan luar biasa hingga WHC bisa meraih prestasi gemilang di Malaysia,” ucapnya.
Menurut Kamilin, penampilan WHC di kategori Folklore bahkan mendapat pujian dari dewan juri internasional karena keunikan kostum serta interpretasi dinamis terhadap lagu-lagu daerah Indonesia.
“Kami membawakan lagu daerah dari Kalimantan dan Bali. Alhamdulillah, penampilan WHC mendapat pengakuan internasional yang gemilang,” tambahnya.