SEMARANG, kabarnujateng.com – Ribuan peserta Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025 bersorak riuh ketika momen paling dinanti tiba yakni pengundian hadiah utama, satu tiket umrah gratis. Namun siapa sangka, momen yang seharusnya penuh suka cita itu justru berubah menjadi adegan dramatis yang membuat seluruh peserta menahan napas.
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin yang memimpin pengundian tampak tersenyum getir ketika nama-nama pertama hingga ketiga yang keluar justru tak kunjung hadir di tempat.
“Sudah dipanggil berkali-kali, tapi nggak ada. Ya gugur,” ujarnya sambil tertawa kecil di atas panggung. Suasana pun makin tegang, penonton berdesakan menunggu siapa yang akhirnya “terpanggil.”

Hingga akhirnya, undian keempat dibacakan: nomor 24218 atas nama Ashabul Anwar, seorang pemuda asal Kecamatan Bener. Begitu nomornya disebut, teriakan bahagia pecah dari kerumunan. Ashabul maju dengan wajah haru, disambut tepuk tangan panjang dan ucapan selamat dari Gus Rozin.
“Umrah itu bukan sekadar hadiah, tapi panggilan Allah. Kadang punya uang banyak belum tentu bisa berangkat. Tapi kalau sudah takdirnya, ya pasti dapat,” tutur Gus Rozin di acara puncak perayaan Hari Santri 2025 di Stadion Pandanaran, Wujil Bergas, Semarang. Sabtu (24/10/2025).
Hhadiah umrah gratis itu disponsori oleh PT Bumi Wahyu Arafah, perusahaan travel umrah yang juga dikelola oleh kalangan santri. Direktur PT Bumi Wahyu Arafah, H Chabib Towus Ainul Yaqin, menuturkan bahwa pemberian hadiah ini adalah bentuk syukur dan kebanggaan sebagai bagian dari dunia pesantren.
“Alhamdulillah, saya ini juga santri. Alumni Pesantren Lirboyo Kediri,” ujar Towus.
“Beberapa waktu lalu, kita melihat ada pihak yang melecehkan pesantren. Maka kami ingin menunjukkan bahwa santri bisa mandiri, bisa berdikari. Bahkan, lulusan pesantren pun bisa buka travel umrah. Ini bukti bahwa santri tak kalah,” tegasnya.
Ia melanjutkan dengan nada reflektif, melihat peran santri dan NU dalam membangun karakter bangsa itu kuat sejak dulu.
“Nyuwun sewu, jauh sebelum negara ini berdiri, pesantren sudah ada. Dulu yang bisa sekolah hanya anak demang atau adipati, tapi pesantren hadir memberi kesempatan bagi rakyat belajar baca tulis, bahkan adat dan moral. Jadi peran pesantren itu luar biasa besar bagi bangsa,” kata Wakil Bendahara Lembaga Dakwah (LD) PWNU Jateng ini.
Momen penuh drama itu pun menjadi bagian unik dan mengharukan di acara resepsi puncak Hari Santri 2025 PWNU Jateng — sebuah refleksi bahwa keberkahan dan panggilan Ilahi bisa datang kapan saja, bahkan dari selembar kupon bernomor 24218.
Untuk diketahui, PWNU Jawa Tengah selenggarakan serangkaian acara di resepsi puncak Hari Santri 2025 selama 3 hari, Kamis-Sabtu (23-25/10/2025) di Stadion Pandanaran, Wujil Bergas, Semarang.