Pagarnusa Sapujagad Kukuhkan Warga Jateng, Siapkan Pendekar Berkhidmah untuk NU

Brebes. kabarnujateng.com — Pagarnusa Peguron Sapujagad menggelar kegiatan Pengesahan Warga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu–Ahad, 27–28 Desember 2025, bertempat di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses regenerasi dan pengkaderan pencak silat Pagarnusa Peguron Sapujagad.

Guru Besar Pagarnusa Peguron Sapujagad, Gus Cokro, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengesahan bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab moral dan spiritual sebagai warga Pagarnusa.


“Seorang pendekar Pagarnusa setelah disahkan menjadi warga harus tetap menjunjung tinggi sikap rendah hati dan menjauhi rasa sombong dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Gus Cokro.

Ia menambahkan bahwa ilmu pencak silat yang dimiliki harus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas, bukan untuk menunjukkan kehebatan pribadi.

Menurutnya, seluruh warga Pagarnusa Peguron Sapujagad wajib menjaga nama baik almamater, menjaga adab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai ke-NU-an dalam setiap langkah perjuangan.
“Pagarnusa lahir dan tumbuh bersama NU, maka sudah menjadi kewajiban moral bagi setiap warga untuk menghormati dan menjaga para ulama, khususnya ulama Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Gus Cokro juga berpesan agar warga Pagarnusa aktif terlibat dalam kegiatan sosial keumatan, menjadi pelopor kedamaian, dan hadir sebagai solusi di tengah masyarakat.
“Pendekar sejati adalah mereka yang mampu menahan diri, melindungi yang lemah, serta memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus Cabang Pagarnusa Peguron Sapujagad, Ustad Amin Faizun, menyampaikan bahwa kegiatan pengesahan ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai proses pembentukan karakter.
“Pengesahan ini bertujuan membentuk kepribadian peserta agar memiliki mental kuat, disiplin, dan siap memikul amanah organisasi di masa depan,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa para calon warga ditempa secara fisik, mental, dan spiritual agar kelak mampu menjadi teladan di lingkungannya masing-masing.
Menurutnya, Pagarnusa tidak hanya mencetak pendekar silat, tetapi juga kader yang siap menjadi pemimpin dan penggerak di tengah masyarakat.
“Kami berharap setelah disahkan, para warga mampu menjadi leader yang berakhlak, berilmu, dan berkhidmah untuk NU serta masyarakat luas,” ujarnya.

Ustad Amin Faizun menegaskan bahwa nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan loyalitas organisasi menjadi fondasi utama dalam setiap proses pengkaderan Pagarnusa.

Dari unsur peserta, Pengurus Pagarnusa Peguron Sapujagad Rayon Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa kegiatan pengesahan ini menjadi momentum penting bagi para siswa.
“Pengesahan ini bukan hanya peresmian status menjadi warga Pagarnusa, tetapi juga wadah silaturahmi antarwarga dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa Rayon Bojong Tegal mengirimkan empat peserta untuk mengikuti pengesahan warga tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Menurutnya, kebersamaan dan kekeluargaan yang terbangun dalam kegiatan ini semakin memperkuat ikatan antarwarga Pagarnusa Peguron Sapujagad.

“Semoga setelah pengesahan ini, para peserta semakin istiqamah dalam berlatih, berorganisasi, dan berkhidmah di tengah masyarakat,” harapnya.

Lukman Hakim juga mengapresiasi pembinaan para guru dan pengurus yang senantiasa menanamkan nilai adab dan ke-NU-an dalam setiap tahapan latihan.
Kegiatan pengesahan warga Pagarnusa Peguron Sapujagad ini diikuti oleh 38 calon warga dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selama dua hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan yang sarat dengan nilai spiritual, disiplin, dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Pagarnusa Peguron Sapujagad menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan pendekar-pendekar berakhlakul karimah yang setia kepada ulama, organisasi Nahdlatul Ulama, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat dan bangsa.

WhatsApp Hubungi Kami

Pewarta: Tahmid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *