NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng Hadir di Peunaron, Warga NU Bangkit Bersama Pascabanjir

Aceh Timur, kabarnujateng.com – Kecamatan Peunaron menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir yang cukup parah. Kecamatan ini dikenal sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk Nahdliyin di Aceh Timur. Solidaritas dan gotong royong menjadi kekuatan utama warga NU di Peunaron dalam menghadapi musibah.

Kondisi tersebut terlihat saat Tim Asesmen NU Peduli Kemanusiaan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah berkunjung ke Peunaron pada Kamis (1/1/2025).

Rombongan disambut warga NU bersama jajaran pengurus PCNU Aceh Timur dan MWCNU Peunaron. Beberapa desa, seperti Peunaron Baru, masih sulit dijangkau karena akses jalan berlumpur dan kerusakan infrastruktur, sehingga tim harus menggunakan mobil pikap.

Tim Asesmen NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng saat meninjau lokasi terdampak

Dari pantauan NU Online Jateng, rumah-rumah warga, fasilitas umum, serta jalan desa masih dipenuhi lumpur sisa banjir. Meski demikian, warga NU tampak aktif saling membantu membersihkan lingkungan dan mendampingi tetangga yang terdampak lebih berat.

Ketua PCNU Aceh Timur, Tgk Sofwan, menyampaikan bahwa warga NU di Peunaron sebagian besar merupakan transmigran dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena itu, ikatan emosional dan semangat kebersamaan terasa kuat saat bencana melanda.

“Di Peunaron ini saudara kita semua. Rata-rata penduduknya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jadi ketika musibah terjadi, warga NU saling menguatkan dan saling membantu,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa wilayah Aceh Timur sangat luas dan banyak titik terdampak banjir belum tersentuh relawan. Oleh sebab itu, ia berharap kehadiran NU Peduli Kemanusiaan dapat memperkuat ikhtiar warga NU setempat dalam membantu korban, terutama di desa-desa yang akses jalannya masih rusak.

“Wilayah kami banyak yang terdampak banjir dan rombongan relawan dari keluarga besar Nahdlatul Ulama untuk Aceh Timur belum ada yang masuk,” ujarnya.

Kondisi rumah warga

Senada dengan itu, Katib Syuriyah PCNU Aceh Timur, Tgk Maftuhin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Asesmen NU Peduli Jawa Tengah. Ia menilai kehadiran rombongan menjadi penguat moral warga di tengah musibah.

“Kehadiran saudara-saudara dari Jawa Tengah merupakan penyejuk bagi kami di tengah musibah banjir yang melanda wilayah ini,” tuturnya.

Ia menegaskan dukungan penuh jajaran Syuriyah terhadap rencana pembentukan posko bantuan di Aceh Timur sebagai wujud ukhuwah Nahdliyah. Ia juga memastikan jajaran PCNU siap membantu pendataan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

“Meskipun bantuan yang diserahkan mungkin belum mencukupi untuk semua, nilai kebersamaan dan perhatian inilah yang paling berharga bagi warga di sini,” ujarnya.

Sekretaris Tim NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah, Cucun Supredi, menilai kunjungan ke Aceh Timur memiliki kesan tersendiri karena di sini mayoritas warganya NU.

“Kunjungan ke Aceh Timur terasa istimewa. Kami bersama Ketua PCNU Aceh Timur disambut meriah oleh pengurus MWCNU Peunaron, Fatayat, Muslimat, Ansor, dan Banser,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Dusun Dataran Indah Gampong Peunaron Baru Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur sebanyak Sebanyak 225 rumah terendam banjir dan hanya menyisakan 11 rumah yang tidak terendam. Fasilitas umum seperti musholla dan TPQ juga terendam banjir. Tiga mushalla dan dua TPQ terendam hingga 1,5 meter. Menurut Cucun, kondisi geografis dan akses jalan menjadi faktor utama minimnya bantuan yang masuk.

“Karena akses jalan yang baru normal serta tempatnya yang jauh dari keramaian, gampong tersebut belum banyak mendapatkan bantuan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa mayoritas warga Peunaron Baru merupakan transmigran dari Pulau Jawa dengan tradisi ke-NU-an yang sangat kental. Hal tersebut tampak dari kuatnya peran warga NU dan Banom NU dalam membantu sesama, mulai dari pembersihan lingkungan hingga pendampingan warga terdampak.

“Nuansanya ke-NU-annya sangat kental dan sama seperti di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Salah satu warga korban bencana Desa Peungarung Baru, Wasilah menceritakan kondisinya ketika banjir datang yang ada di Dusun Dataran Indah Gampong Peunaron Baru Kecamatan Peunaron.

“Banyak warga ketika banjir datang pada naik ke bukit-bukit, pada lari-larian, membawa barang seadanya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sampai satu bulan ini bertahan hidup masih terbatas dan bantuan baru sedikit yang bisa masuk ke daerah tersebut.

“Sekarang di dalam lumpur masih satu lutut, kami juga tidur kadang di luar seadanya. Jadi bagaimana mau menjalankan aktifitas dan baru sedikit bantuan yang datang ke daerah kami,” tambahnya.

————————
Ayo ringankan saudara kita yang terkena musibah Aceh-Sumatera dengan donasi donasi melalui melalui rekening BSI 2000770003 atau rekening BCA 7830777355 atas nama LAZISNU Jawa Tengah. Nomor kontak narahubung 0822-2220-0256

WhatsApp Hubungi Kami

Pewarta: Lukman Hakim

Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *