Mantan Bupati Wonosobo periode 2015–2020, Eko Purnomo, meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta. Kabar duka tersebut dibenarkan oleh keluarga dan sejumlah pejabat setempat, yang menyebut almarhum sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhakti Husada Jakarta.
Menurut keterangan kerabat, kondisi Eko Purnomo menurun setelah perjalanan pulang dari muktamar. Ia sempat dirawat akibat kelelahan, ditambah dengan riwayat penyakit jantung yang sudah lama dideritanya. Pada sekitar pukul 09.30 WIB, Eko Purnomo dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dipulangkan ke Wonosobo dan dijadwalkan tiba pada malam hari.
Seorang ajudan yang pernah mendampinginya menuturkan bahwa pada pagi hari sebelum wafat, Eko masih tampak sehat dan bugar. Namun menjelang pukul 9 pagi, ia mengalami sesak napas hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Upaya penyelamatan medis tidak berhasil, dan nyawanya tak tertolong.
Eko Purnomo memiliki rekam jejak panjang dalam dunia politik. Ia mengawali kariernya sebagai anggota DPRD Wonosobo melalui Partai Demokrat untuk periode 2009–2014 dan kembali terpilih pada periode 2014–2019. Pada 2015, ia maju dalam pemilihan kepala daerah bersama Agus Subagyo dan terpilih sebagai Bupati Wonosobo hingga 2020. Setelah itu, ia aktif di PPP dengan menjabat sebagai Bendahara DPC PPP Wonosobo serta sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR pada Pemilu 2024 meski belum berhasil.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Fairus, dan seorang anak laki-laki. Kepergian Eko Purnomo menjadi duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat Wonosobo yang pernah dipimpinnya.