Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Haji dan Umrah RI, Ade Muhtar, melakukan kunjungan langsung ke Madinah untuk meninjau akomodasi dan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia. Ia mendengar laporan dari Kepala Sektor 1 Daerah Kerja Madinah, Ramlan Sudarto, bahwa proses pergeseran jemaah ke Makkah berjalan dengan baik dan lancar.
Ade Muhtar mengapresiasi pelayanan yang berjalan baik, meskipun pihaknya terus berupaya menyempurnakannya. Tantangan utama saat ini adalah padatnya proses pemindahan jemaah dari Madinah ke Makkah. Pada hari kunjungannya, Sektor 1 harus memberangkatkan 13 kloter sekaligus, sehingga membutuhkan tambahan petugas PPIH dan porter yang memadai. Namun, kesiapan petugas dinilai baik karena telah menjalani pelatihan intensif selama hampir satu bulan di Indonesia.
Konsumsi Jadi Nilai Plus Tertinggi
Dari hasil pemantauan, layanan konsumsi mendapatkan apresiasi tertinggi dari jemaah. Pemberdayaan UMKM dan penyediaan bumbu serta bahan masakan asli Indonesia membuat jemaah merasa seperti di rumah sendiri. Ade Muhtar menyatakan bahwa rasa masakan Nusantara membuat jemaah puas dan tidak kekurangan. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan menjelang puncak haji di Armuzna. Semua masukan, termasuk dari media, akan diteruskan ke Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah sebagai bahan evaluasi.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Prof. Jaenal Effendi, juga mengakui bahwa layanan konsumsi menjadi salah satu yang paling diapresiasi. Penggunaan bumbu khas Nusantara berhasil menghadirkan cita rasa yang dekat dengan lidah jemaah Indonesia, dan responsnya sangat luar biasa.
Testimoni Jamaah
Beberapa jamaah juga menyampaikan kepuasannya. Lila Kholilah, jamaah asal Indramayu, mengaku puas dengan makanan yang enak, kamar yang bersih, kamar mandi yang memadai, serta lokasi hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi. Sebanyak 118 hotel yang disiapkan untuk jemaah Indonesia berada di kawasan strategis Markaziyah atau dalam area Ring Road, yakni kawasan paling dekat dengan Nabawi.
Renah, jamaah asal Lombok Tengah, juga merasa sangat puas. Ia menyebut pelayanan hotel luar biasa mantap, kondisi bagus dan nyaman, sehingga ia berharap kenyamanan ini membuat semua jemaah tetap sehat. Ia juga puas dengan makanan terjamin, aman, dan kondusif.