Khutbah Pertama
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَٰتِ وَٱلنُّورَ، هو الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاوَاتِ آيَاتٍ عَلَى إِبْدَاعِ خَلْقِهِ وَإِتْقَانِهِ، وَفِي الْأَرْضِ بَرَاهِيْنَ عَلَى قُدْرَتِهِ وَسُلْطَانِهِ، وَفِي آلَائِهِ عَلَى عِبَادِهِ شَوَاهِدَ عَلَى فَضْلِهِ وَإِنْعَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِقْرَارًا وَوَعْيًا وَالْتِزَامًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي هَدَانَا نُورًا وَرَحْمَةً وَسَلَامًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَقَدْ قَالَ الله تَعَالى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Jama’ah Jum’at, kaum Muslimin Rahimakumullah.
Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita berusaha, untuk terus meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT. Yaitu dengan mena’ati semua perintah-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan ketakwaan itulah, kita akan mendapatkan keselamatan, baik di dunia maupun akhirat.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Belakangan ini, kita semua telah menyaksikan, berbagai macam musibah menimpa saudara sebangsa kita, mulai dari robohnya gedung, banjir, hingga longsor.
Beberapa wilayah di Indonesia mengalami musibah ini dan menelan ratusan hingga ribuan korban. Banjir di Sumatera dan Aceh yang begitu dahsyat tentu membuat kita semua bersedih, karena kesulitan dan musibah yang dialami seorang muslim, akan dirasakan juga oleh muslim lainnya. Hal itu sebagaimana tergambar dalam hadis Rasulullah:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, berbelas kasih terhadap sesama, ibarat satu jasad. Apabila satu anggota badan ditimpa sakit, seluruh badan lainnya akan merasakan sakit.” (HR.Muslim)
Hadis ini mengingatkan kita tentang pentingnya solidaritas dan kesadaran untuk saling membantu antar sesama Muslim. Bagi kita yang saat ini sedang dalam keadaan baik-baik saja, hendaknya terdorong untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terdampak musibah.
Saat ini, melalui berbagai pihak, telah dilakukan penggalangan donasi untuk membantu saudara-saudara kita, marilah kita ikut andil sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.
Kaum Muslimin Rahimakumullah.
Terlepas dari musibah yang terjadi, sebagai manusia yang berakal hendaknya kita dapat mengambil hikmah dan Pelajaran. Bahwa terjadinya beragam kerusakan, baik di bumi, laut, maupun udara, tiada lain Adalah disebabkan oleh ulah tangan manusia.
Sehingga, selain kita harus sabar Ketika menerima musibah, dan menjadi dermawan untuk menolong sesama, kita juga harus muhasabah dan mawas diri. Apa gerangan yang menyebabkan musibah itu terjadi. Allah SWT berfirman dalam ar-Rum ayat: 41:
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِي ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Terkait dengan ayat ini, Syaikh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi menjelaskan di dalam Tafsirnya, bahwa kerusakan yang dimaksud mencakup kekeringan, rendahnya curah hujan, merebaknya wabah penyakit, terjadinya perampokan dan semua bentuk kezaliman serta kemaksiatan, Adalah bentuk-bentuk kerusakan yang terjadi di bumi.
Hal itu terjadi karena sebab ulah tangan manusia sendiri, yang oleh Allah ditujukan untuk mengingatkan mereka agar sadar dan bertaubat, karena sesungguhnya Rahmat Allah sangatlah luas.
Imam Al-Baidhawi dalam kitab tafsirnya menjelaskan, bahwa di antara bentuk kerusakan yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah: kekeringan, kematian, banyaknya kebakaran dan tenggelam (banjir atau tsunami), gagalnya usaha, hilangnya keberkahan, meningkatnya mudarat (kesialan), atau berupa kesesatan dan kezaliman.
Dan ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan laut adalah desa-desa pesisir, dan terdapat pula qira’ah dengan lafaz al-buhur. Hal itu disebabkan oleh apa yang diperbuat tangan manusia yakni karena buruknya dampak maksiat mereka atau karena perbuatan mereka sendiri.
Jamaah hadirin sidang Jum’at rahimakumullah.
Terlepas dari apapun perkara yang menyebabkan musibah itu terjadi, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman dalam surat at-Taubah ayat 51:
قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Artinya: “Katakanlah (Wahai Muhammad): “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”
Dalam ayat ini, Syaikh Wahbah Zuhaili menjelaskan: pengunaan kata لَنَا menunjukkan bahwa sesungguhnya ujian yang Allah berikan mengandung kebaikan, mengandung hikmah, bahkan mengandung pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi musibah tersebut. Akan berbeda jika Allah menggunakan kalimat ‘Alaina yang artinya adalah atas kami. Jika Allah menggunakan kata tersebut, maka ujian atau musibah itu selalu mengandung adzab, atau peringatan.
Oleh karenanya, dalam setiap musibah yang menimpa seseorang, aka nada kebaikan yang ia dapatkan, apakah Allah akan mengangkat derajatnya, atau meleburkan dosa-dosanya. Hal ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
Artinya: “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari)
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah.
Al-Qur’an memberikan tuntunan kepada kita bahwa cara paling arif dan bijaksana untuk menyikapi musibah dalam arti sebuah bencana, ialah kembali menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, karena sesungguhnya segala sesuatu itu milik Allah dan pasti akan kembali kepada Allah SWT;
الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” [Q.S. al-Baqarah (2): 156].
Selain itu, kita juga harus memperkuat kesabaran, dan memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan memperbanyak shalat, sebagaimana dalam firman-Nya pada Surah al-Baqarah: 153
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Sabar dan shalat menjadi kata kunci yang paling utama dalam upaya kita menhadapi setiap musibah yang menimpa kita. Sabar yang bersifat aktif, sabar yang diiringi dengan ikhtiar Jika kita diuji dengan rasa sakit, maka bentuk kesabaran kita adalah dengan terus berusaha mencari pengobatan secara optimal.
Jika kita diuji dengan kekurangan harta, maka bentuk kesabaran kita adalah dengan terus bekerja sebaik mungkin. Inilah sesungguhnya makna sabar yang haqiqi.
Sidang Jum’at Rahimakumullah.
Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga ada manfaatnya. Dan semoga Allah memberikan kesabaran serta kekuatan kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah. Semoga negara kita diselamatkan oleh Allah dari segala keburukan. Amin.
أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيْم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ…
فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللّٰهِ.
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Penulis: Kiai Mohammad Luthfil Anshori, Lc,. M.Ud Sekretaris LD PWNU Jawa Tengah.
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Unduh Disini
Khutbah Jumat Bahasa Indonesia: Unduh Disini