Inovasi “Karpet RABA” Karya Mahasiswa UMS Borong Dua Medali di Ajang Internasional JISF 2026

SOLO – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Melalui inovasi media pembelajaran inklusif bernama Karpet RABA, mereka berhasil menyabet Gold Medal Awards dan IYSA Grand Prize Awards dalam ajang Jakarta International Science Fair (JISF) 2026 yang diikuti peserta dari berbagai negara.

Karpet RABA merupakan media stimulasi interaktif yang dirancang khusus untuk anak berkebutuhan khusus, terutama anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), guna melatih fokus dan kemampuan bahasa.

Solusi Berbasis Gerak Tanpa Layar (Screen-Free)

Ide ini digagas oleh lima mahasiswa lintas disiplin ilmu (Fisioterapi, Pendidikan Bahasa Inggris, Teknik Elektro, dan Farmasi) yang dipimpin oleh Taqiyyah Nurul ‘Azzah. Inovasi ini lahir sebagai respons atas tingginya ketergantungan anak pada gawai (gadget) serta masalah keterlambatan komunikasi pada anak usia dini.

WhatsApp Hubungi Kami

Berbeda dengan media belajar digital pada umumnya, Karpet RABA mengusung konsep learning by doing yang menggabungkan:

  • Stimulasi Motorik: Anak diajak melompat mengikuti pola pada karpet.
  • Audio-Visual: Sensor pada karpet akan mengeluarkan suara sesuai materi saat diinjak.
  • Interaksi Langsung: Membantu anak ADHD yang cenderung lebih mudah menyerap informasi melalui aktivitas fisik.

“Anak ADHD lebih mudah belajar melalui aktivitas langsung. Kami menghadirkan media yang tidak menggunakan layar, namun tetap interaktif dan menyenangkan,” ungkap Taqiyyah, Selasa (12/5/2026).

Teruji Efektif dan Diminati Pasar

Sebelum melaju ke JISF 2026, Karpet RABA telah melalui uji coba selama satu bulan di beberapa PAUD wilayah Gonilan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan fokus dan stimulasi bahasa anak-anak.

Selama pameran berlangsung, inovasi ini mencuri perhatian juri serta pengunjung. Bahkan, banyak orang tua yang menunjukkan minat untuk membeli produk tersebut karena dinilai solutif bagi perkembangan kognitif anak.

Harapan Menuju Produksi Massal

Dosen pembimbing tim, Suprapto, S.Si., Apt., M.Sc., menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia mendorong agar inovasi ini segera dipatenkan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami berharap inovasi RABA dapat dipatenkan dan diproduksi secara massal untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan,” ujar Suprapto.

Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama universitas, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung kesehatan yang baik (Good Health) dan pendidikan berkualitas (Quality Education) bagi anak-anak Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *