PATEAN — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Patean memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-76 dengan menggelar serangkaian kegiatan pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan tersebut meliputi Khotmil Qur’an oleh Ikatan Hafidzah Fatayat (IHF) Patean, layanan cek kesehatan, serta pertemuan rutin dwi bulanan pengurus dan kader Fatayat se-Kecamatan Patean.
Acara yang berlangsung di Dusun Mloko, Desa Kalibareng, Kecamatan Patean ini dihadiri sekitar 1.000 peserta dari seluruh ranting Fatayat NU se-Kecamatan Patean.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Patean, baik Rois Syuriyah maupun Tanfidziyah, seluruh badan otonom (Banom) NU, para sesepuh, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pejabat pemerintah setempat, serta alumni Ketua Fatayat NU PAC Patean lintas generasi.
Adapun alumni ketua yang hadir di antaranya Nyai Munawaroh (periode 1984–1997 dan 2012–2016), Nyai Istianah (1997–2020), dan Nyai Umi Hidayati (2016–2020). Kegiatan ini juga dipimpin oleh Ketua Fatayat NU PAC Patean saat ini, Sahabat Dina Sya’atul Alifiati, S.Pd., yang tengah menjalani periode kedua kepemimpinannya.
Dalam sambutannya, Dina menyampaikan kisah “Tiga Serangkai” pendiri Fatayat NU, yakni Chuzaimah Mansur (Gresik), Aminah Mansur (Sidoarjo), dan Murthosiyah (Surabaya). Ia juga mengagendakan rencana ziarah ke makam ketiga tokoh tersebut pada tahun mendatang.
Selain itu, Fatayat NU PAC Patean memberikan apresiasi berupa piagam dan tanda mata kepada para alumni ketua sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka. Dina juga memohon doa restu dari para sesepuh agar kepengurusan saat ini tetap istiqamah dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama.
“Dengan doa para sesepuh, kami dapat terus teguh, semangat, dan istiqamah dalam berjuang di Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Gus Ya’qud Haidar yang mengkaji kitab Taisirul Kholaq, khususnya bab tentang tawadhu’. Ia menekankan pentingnya membiasakan sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berorganisasi dengan mempercayakan tugas kepada orang lain sesuai bidangnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Ahmad Rajin selaku Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Patean, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.