PURWOREJO, kabarnujateng.com – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Muhamad Shidqon Prabowo, menegaskan bahwa Ansor harus benar-benar hadir di tengah masyarakat sebagai Khodimul Ummah atau pelayan umat. Tagline tersebut, menurutnya, bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata di berbagai lini kehidupan sosial.
Penegasan itu disampaikan Shidqon saat pelantikan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Purworejo masa khidmah 2025–2029 di Ganeca Convention Hall, Jalan Kolonel Sugiono, Purworejo, Ahad (21/12/2025).
“Kader Gerakan Pemuda Ansor harus hadir di tengah-tengah masyarakat sesuai bidangnya masing-masing. Jangan sampai Ansor hanya menjadi nama tanpa reaksi dan aksi,” tegasnya.
Shidqon meminta seluruh kader, mulai tingkat cabang, anak cabang hingga ranting, untuk aktif hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan media digital secara cerdas.
“Narasi kebaikan harus kita menangkan di ruang publik. Digitalisasi adalah senjata kita. Hal-hal positif harus terus diproduksi dan dipublikasikan,” ujarnya.
Ia menilai, ke depan tantangan Ansor semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan era eco-robotic yang mulai menggeser peran manusia. Karena itu, Ansor dituntut adaptif, produktif, progresif, dan kolaboratif, sejalan dengan semangat yang diusung Ansor Purworejo.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Hanies Cholil Barro’, menekankan pentingnya kehadiran Ansor yang konkret di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar pengurus yang baru dilantik tidak larut dalam urusan internal organisasi semata.
“Masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Di Purworejo sendiri, tingkat kemiskinan masih cukup tinggi. Karena itu, kolaborasi dan pendampingan masyarakat menjadi hal yang mutlak,” katanya.
Hanies menegaskan, Ansor di semua daerah harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah, organisasi kepemudaan lain, para pengusaha, serta berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut, menurutnya, harus diwujudkan dalam program nyata, seperti penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kita tidak perlu menjadi pejabat. Cukup pejabat yang ada ini kita Ansor-kan,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam konteks media sosial, Hanies juga mengingatkan Ansor agar menjadi benteng akal sehat, menjaga harmoni, serta melawan disinformasi, hoaks, dan polarisasi.
“Ansor harus andil meluruskan informasi dan menjaga marwah organisasi. Kita tidak ingin Ansor dan NU yang kita cintai ini kocar-kacir di media sosial,” tandasnya.
Ansor Purworejo Dilantik, Diminta Aktif Layani Umat dan Menangkan Narasi Kebaikan