Semarang, kabarnujateng.com –
Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah bersiap menggelar kegiatan Dirasah Falakiyah perdana pada akhir September 2025. Program yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, Benda Dua, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes ini mengangkat tema “Pelatihan Digitalisasi Ilmu Falak Berbasis WhatsApp Bot”.
Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jateng, Dr H M Basthoni, MH, menjelaskan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Hingga Ahad (21/9/2025), tercatat sebanyak 100 peserta sudah mendaftarkan diri.
“Insyaallah pendaftaran masih kami buka sampai 23 September 2025 pukul 23.59 WIB, sehingga kesempatan untuk bergabung masih terbuka,” ungkapnya kepada kabarnujateng.com.
Menurut Basthoni, Dirasah Falakiyah kali ini tidak hanya menyajikan kajian teori, tetapi juga praktik pemanfaatan teknologi digital. Para peserta akan diperkenalkan pada aplikasi kecerdasan buatan dan pemrograman sederhana untuk mendukung pengembangan ilmu falak, khususnya integrasi dengan WhatsApp Bot.
Selain pelatihan, panitia juga menghadirkan seminar bertajuk “Mensikapi Dinamika Penentuan Awal Bulan Hijriyah di Indonesia dan Asia Tenggara”. Seminar akan disampaikan oleh pakar falak sekaligus Ketua Umum Asosiasi Ahli Falak Asia Tenggara, Prof Dr KH Ahmad Izzuddin, MAg.
Prof Ahmad Izzuddin merupakan salah satu akademisi terkemuka di bidang ilmu falak. Ia resmi menyandang gelar Guru Besar Ilmu Falak di UIN Walisongo Semarang sejak 1 Oktober 2023 dengan orasi ilmiah berjudul “Teori Arah Menghadap Kiblat: Upaya Mencari Teori Arah yang Relevan dan Akurat”.
Saat ini, ia mengampu berbagai mata kuliah di UIN Walisongo, antara lain Tarikh Tasyri, Fiqh Mawaris, Hisab Waktu Shalat dan Arah Kiblat, Kajian Kitab Falak, hingga Praktikum Ilmu Falak.
Kiprah pendiri Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Ngaliyan Semarang, di dunia akademik juga dibuktikan dengan produktivitas karya ilmiah. Di antara tulisannya adalah Universal Solution of Medieval Spherical Astronomy (2023, Kulminasi), Canopus Sebagai Anggota Bintang Terbaru Zij al-Sultani Ulugh Beg (2023, Al-Afaq), serta Light Pollution Disturbance in Detecting Zodiacal Light and Twilight (2023, AIP Conference Proceedings – Scopus). Karyanya banyak terbit di jurnal nasional maupun internasional, menjadi rujukan penting bagi para peneliti dan pemerhati falak.
Sementara itu, pelatihan teknis akan diisi oleh dua narasumber muda yang berpengalaman di bidangnya. Fika Afhamul Fuscha, MH, akan menyampaikan materi Pelatihan Pengenalan Chat Bot Al, serta Pengenalan pemrograman JavaScript dan implementasinya.
Sedangkan Nuril Fathoni Hamas, MH, akan membimbing peserta dalam Pelatihan Pemrograman awal bulan Irsyadul Murid berbasis JavaScript serta Integrasi pemrograman awal bulan berbasis JavaScript dengan WhatsApp Bot.
Melalui kombinasi materi teori dan praktik digital, kegiatan ini diharapkan menjadi terobosan baru dalam dunia falakiyah di lingkungan NU. Peserta tidak hanya memperdalam pemahaman tentang ilmu falak klasik, tetapi juga memperoleh keterampilan untuk mengaplikasikan perhitungan falak secara modern dengan dukungan teknologi informasi.
“Ini langkah penting agar ilmu falak tidak berhenti pada kajian teks semata, tetapi mampu menjawab tantangan zaman dan mempermudah umat dalam hal ibadah,” tambah Basthoni.
Kegiatan Dirasah Falakiyah pertama ini menjadi momentum penting bagi Lembaga Falakiyah PWNU Jateng dalam meneguhkan perannya, sekaligus mengokohkan NU sebagai pusat pengembangan ilmu falak yang progresif dan berdaya guna bagi masyarakat luas.
Pendaftaran Dirasah Falakiyah 1 PWNU Jateng Masih Dibuka, Ketum Asosiasi Ahli Falak Asia Tenggara Bakal Isi Seminar