KENDAL, kabarnujateng.com – Suasana Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Weleri berubah riuh ceria, Sabtu (15/11/2025). Halaman sekolah yang biasanya dipenuhi para pelajar remaja tiba-tiba disulap menjadi lautan warna-warni seragam Pramuka Siaga. Ratusan anak-anak dari puluhan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Weleri tumpah ruah mengikuti gelaran Pesta Siaga Kwartir Ranting (Kwaran) Weleri 2025.
Sejak pagi, para Sulung—sebutan untuk peserta Siaga—datang sambil tersenyum lebar, menggandeng tangan teman dan guru pendamping mereka. Dengan penuh semangat, anak-anak dari 28 MI dan SD ini bergabung dalam Barung beranggotakan delapan Sulung untuk mengikuti beragam perlombaan yang disiapkan panitia.
Kepala MI Nahdlatul Ulama (NU) 18 Weleri, Yusuf Tri Waluyo, menjelaskan bahwa keikutsertaan madrasahnya dalam Pesta Siaga selaras dengan visi MI NU 18 Weleri, yakni mencetak generasi yang terampil, inovatif, cerdas, dan berakhlakul karimah.

“Pesta Siaga ini kami jadikan sarana membentuk karakter siswa agar terampil, bertanggung jawab, dan memiliki wawasan kebangsaan,” ungkapnya.
Sebagai Yanda, Yusuf menambahkan bahwa seluruh guru di MI NU 18 (MI Nusadela) Weleri terlibat dalam melatih anak-anak.
“Mereka berlatih dengan semangat luar biasa. Harapannya tentu mendapat juara, tetapi lebih dari itu, mereka memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang tidak mereka temui di kelas,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih lainnya, Bunda Tazida Ilma Syifa, menyampaikan bahwa meski tahun ini belum berhasil meraih juara, ada peningkatan yang sangat menggembirakan.
“Dari 13 mata kegiatan yang diikuti, sembilan di antaranya mendapat nilai bagus. Ini perkembangan yang luar biasa bagi anak-anak,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses latihan dan pembinaan dilakukan setiap hari, bergantian sesuai kegiatan di dalam juknis yang ada. Para dewan guru meyakinkan bahwa anak-anak pasti bisa untuk berlomba di pesta siaga.
“Nilai-nilai yang kami tanamkan kepada siswa yaitu, mereka untuk belajar tanggung jawab, mempunyai sifat tolong menolong serta selalu menjaga kebersihan dimanapun berada,” kata Bunda Zida.
Para Sulung dari Pangkalan MI NU 18 Weleri yang tergabung dalam Barung Hijau tampak lincah menjelajahi setiap Taman atau Pos Lomba. Mereka mengikuti aneka permainan edukatif seperti Taman Ketaqwaan, Toleransi, Rangking 1, Bangga Jateng, Pentas Seni, Lempar Bola, Bumbung Kemanusiaan, Vlog, Tanda Pengenal, Pioneering, hingga karnaval keliling desa dengan membawa alat drumband sederhana dari barang-barang rumah tangga yang tidak terpakai.
MI NU 18 Weleri mengirimkan 19 peserta, terdiri dari 9 putra dan 10 putri, masing-masing disertai cadangan untuk memastikan kesiapan tim di semua pos.
Drama haru pun terjadi saat pengumuman pemenang. Sorak kegembiraan menggema bagi yang berhasil menang, namun beberapa wajah kecil tampak menahan haru karena belum mendapat hasil terbaik. Meski demikian, suasana tetap hangat dan penuh pelukan penyemangat.
Yanda Yusuf menegaskan kembali pesan untuk para muridnya, “Untuk seluruh Sulung, tetap semangat. Kalian sudah hebat sejak awal. Menang atau tidak, kalian sudah menunjukkan keberanian dan kerja sama yang luar biasa.”
Pesta Siaga Kwaran Weleri pun menjadi panggung pembelajaran berharga—tempat anak-anak belajar berjuang, bermain, dan tumbuh dengan jiwa yang lebih kuat dan ceria.