Kendal, kabarnujateng.com – Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kendal melakukan silaturahmi Syawal ke jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal pada Jumat (27/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PCNU Kendal, KH Mukh Mustamsikin, menekankan pentingnya penguatan kaderisasi melalui pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD PKPNU) gelombang kedua.
Ia menegaskan, PD PKPNU gelombang 2 wajib diikuti oleh seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), pengurus ranting, serta aktivis lembaga-lembaga NU. Menurutnya, kaderisasi merupakan fondasi utama keberlanjutan organisasi sekaligus sarana memperkuat peran NU dalam memberikan kemaslahatan bagi umat.
“Kaderisasi merupakan hal penting yang harus dilakukan demi kesinambungan organisasi dan meningkatkan peran NU bagi kemaslahatan umat. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Selain itu, PCNU Kendal juga mendorong Lakpesdam untuk mulai mempersiapkan kaderisasi tingkat menengah melalui Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (PMKNU).
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Lakpesdam PCNU Kendal Ahmad Supari menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada seluruh MWCNU di Kabupaten Kendal. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam mengawal proses kaderisasi di tengah dinamika tantangan organisasi.
“NU menghadapi tantangan yang demikian dinamis, maka kaderisasi merupakan solusi agar eksistensi dan regenerasi organisasi berjalan lebih baik lagi,” katanya.
Dalam rangkaian silaturahmi tersebut, turut hadir Pendeta Triatmodjo dari Gereja Kristen Jawa Kendal yang ikut menjalin komunikasi lintas iman bersama pengurus PCNU Kendal.
Sementara itu, saat sowan kepada Rais Syuriah PCNU Kendal KH Masykur Amin, pengurus Lakpesdam mendapatkan motivasi untuk tetap istiqamah dalam berkhidmat, khususnya dalam bidang kaderisasi. Ia mengutip pesan KH Ridwan Abdullah tentang pentingnya totalitas dalam mengurus NU.
“Jangan takut tidak makan, kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah! Kalau sampai tidak makan, komplain aku, jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati, maka tagihlah ke batu nisanku,” tuturnya.
Senada dengan itu, pembina Lakpesdam PCNU Kendal, KH Yusuf Jupri dan KH Sajidin Nur, juga mendorong agar Lakpesdam semakin kompak dan solid dalam menjalankan program serta amanah organisasi.