Semarang, kabarnujateng.com – Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menggelar Training Nasional Peluang Bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dan Pemanfaatan Eksploratif sebagai Media Pembelajaran Interaktif dan Digital pada Sabtu (27/12/2025) lalu.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh Indonesia.
Training nasional tersebut menjadi ikhtiar PP Pergunu dalam mendorong peningkatan literasi digital di lingkungan satuan pendidikan, khususnya lembaga yang selama ini belum tersentuh bantuan pembelajaran berbasis teknologi, seperti RA, madrasah, PKBM, dan lembaga pendidikan lainnya.
Ketua Tim Pengembang SDM PP Pergunu, Dr HM Faojin SAg MAg MPd, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk memahami kebijakan sekaligus peluang bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah. Menurutnya, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman regulasi, tetapi juga praktik pemanfaatan alat pembelajaran digital secara langsung.
“Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan kebijakan, tetapi juga pembelajaran praktis dari narasumber yang telah memanfaatkan bantuan Presiden sehingga berdampak langsung pada proses pembelajaran yang lebih interaktif dan digital,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, peserta training berasal dari lintas jenjang pendidikan, mulai RA, MI, MTs, MA hingga SMA/SMK serta PKBM. Bahkan, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 560 guru dari 22 komunitas belajar Pergunu dengan latar belakang yang beragam.
“Pesertanya tidak hanya dari kalangan NU, tetapi juga dari Muhammadiyah dan lembaga pendidikan lainnya. Ini menunjukkan semangat kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ahmad Zuhri MIKom dalam sambutannya menekankan pentingnya memanfaatkan momentum program Presiden Prabowo yang mendorong peningkatan fasilitas dan metode pembelajaran. Menurutnya, bantuan alat pembelajaran digital harus disambut dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya para guru.
“Para guru perlu memanfaatkan secara optimal bantuan alat pembelajaran, baik yang sudah diterima maupun yang akan didistribusikan. Bahkan, peluang tambahan bantuan bagi sekolah yang belum tersasar masih sangat terbuka,” ujarnya.
Sebagai keynote speaker, Prof Dr Ojat Darodjat MBus PhD memaparkan arah kebijakan strategis pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Kebijakan tersebut menitikberatkan pada revitalisasi pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pengembangan sekolah unggul yang merata hingga daerah.
Ia juga menyoroti langkah pemerintah dalam mengatasi kendala listrik dan akses internet di wilayah terpencil sebagai upaya mempercepat pemerataan digitalisasi pendidikan.
Pada sesi praktik, Instruktur IFP Kemendikdasmen RI, Miftahussurur SPd MPd, menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran kini menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Menurutnya, Interactive Flat Panel mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif melalui interaksi langsung, visualisasi materi, serta pemanfaatan konten digital yang menarik.
Ia menyimpulkan, keberhasilan pembelajaran digital ditentukan oleh tiga unsur utama yang harus berjalan seiring, yakni guru yang interaktif, media yang interaktif, dan platform pembelajaran yang interaktif. “Jika ketiganya selaras, pembelajaran akan lebih hidup, efektif, dan disenangi peserta didik,” tandasnya.
Melalui training nasional ini, PP Pergunu berharap para guru semakin siap mengoptimalkan teknologi pembelajaran dan menghadirkan proses belajar mengajar yang interaktif, efektif, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
PP Pergunu Dorong Guru Manfaatkan IFP untuk Pembelajaran Digital Interaktif