Ribuan Pelajar Ramaikan Pembukaan Porsema XIII di Wonosobo

Wonosobo, kabarnujateng.com
Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII Jawa Tengah digelar meriah di Hall Sasana Adipura Kencana, Wonosobo, Rabu malam (10/9/2025). Suasana penuh semangat kebersamaan mewarnai acara, ditandai dengan pentas seni dan budaya khas Jawa Tengah yang menampilkan kolaborasi para pelajar serta parade defile kontingen dari 32 kabupaten/kota peserta.

Ribuan peserta dan penonton bersorak ketika maskot Si Dombos, seekor domba ternak khas pegunungan Wonosobo, tampil memimpin barisan defile. Kehadiran Si Dombos bukan sekadar hiburan, melainkan simbol ketangguhan, kesederhanaan, sekaligus kearifan lokal yang menjadi identitas Porsema tahun ini.

Kemeriahan pembukaan semakin lengkap dengan penampilan istimewa dari anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Mereka diberi ruang khusus untuk menunjukkan bakat seni dan kreativitasnya, selaras dengan prinsip inklusivitas yang diusung LP Ma’arif NU Jawa Tengah.

Pesan Gus Rozin: No One Left Behind

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), dalam sambutannya menegaskan bahwa Porsema XIII bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wujud nyata komitmen Ma’arif NU terhadap pendidikan yang inklusif.

Simbolis penyalaan obor tanda dibukanya PORSEMA XIII

“Prinsip di Ma’arif NU adalah No One Left Behind, No Student Left Behind. Tidak boleh ada anak-anak kita yang ingin berprestasi kemudian ditinggalkan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka juga harus mendapat perhatian dan prioritas, serta difasilitasi untuk ikut bertanding,” tegasnya.

Gus Rozin menjelaskan, Porsema tidak hanya menjadi ajang unjuk kecerdasan, ketangkasan, dan keterampilan, tetapi juga sarana evaluasi capaian prestasi dari satu penyelenggaraan ke penyelenggaraan berikutnya.

“Kita ingin melihat, apakah prestasi anak-anak kita stagnan, menurun, atau meningkat. Syukur-syukur Porsema bisa melahirkan kader-kader atlet maupun seniman yang kelak layak diajukan ke level nasional, misalnya dalam Porsemanas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para guru pendamping yang setia membersamai ribuan peserta.

“Saya melihat lebih dari 2.000 official yang hadir, mayoritas adalah guru. Mereka mendampingi dengan ikhlas, tidak mengharapkan apapun kecuali ridha Allah. Guru-guru ini bukan beban negara, namun tetap perlu mendapat perhatian dan peningkatan kapasitas,” katanya.

Tidak lupa Gus Rozin memberikan apresiasi kepada Bupati Wonosobo H Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati H Amir Husein yang mendukung penuh atas terselenggaranya acara ini.

“Terimakasih Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo yang paling bersemangat atas terselenggaranya acara ini disini. Terimakasih atas fasilitas dan sambutannya yang sangat luar biasa,” tandasnya.

Doa oleh Rais Syuriyah PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh

Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng, Fakhruddin Karmani, dalam laporannya menyampaikan, Porsema XIII tahun 2025 diikuti oleh 7.730 peserta, terdiri dari 5.577 atlet dan 1.794 official. Mereka akan berkompetisi dalam 100 cabang lomba, mencakup 48 cabang seni dan 52 cabang olahraga, dengan dukungan 106 juri dan 102 wasit.

Untuk pelaksanaan lomba, cabang seni dipusatkan di Kampus Unsiq 1, Unsiq 2, dan SMP Al Madina. Sementara cabang olahraga tersebar di 17 titik pertandingan di Kabupaten Wonosobo. Para peserta ditempatkan di 22 maktab penginapan yang telah disiapkan panitia, sehingga interaksi antar kontingen berlangsung lebih intens dan akrab.

Fakhruddin menegaskan bahwa Porsema merupakan agenda dua tahunan LP Ma’arif NU Jawa Tengah. Selain sebagai ajang kompetisi, Porsema juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi, serta mengembangkan bakat dan prestasi siswa.

Tahun ini, Porsema XIII mengusung tema “Kolaborasi Membangun Generasi yang Sehat, Hebat, dan Prestasi yang Nyata”. Tema ini selaras dengan semangat inklusif, sportif, dan kolaboratif yang menjadi ciri khas LP Ma’arif NU.

Maskot Si Dombos dipilih sebagai representasi kearifan lokal Wonosobo. Domba yang tangguh dan akrab dengan masyarakat pegunungan menjadi simbol ketekunan, kebersamaan, dan daya juang para peserta yang siap berlaga di Porsema XIII.

WhatsApp Hubungi Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *