Wonosobo, kabarnujateng.com
Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII Jawa Tengah resmi dibuka di Gedung Sasana Adipura Kencana, Wonosobo, Rabu (10/9/2025) malam. Ribuan pelajar, guru, serta official memenuhi arena, menyambut perhelatan akbar yang mempertemukan kontingen LP Ma’arif dari 36 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Acara pembukaan ditandai dengan penyampaian sambutan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Amin Suyitno, yang membuka Porsema secara resmi. Dalam kesempatan itu, Prof Amin membawa pesan khusus dari Menteri Agama RI, Nazaruddin Umar, terkait Trilogi Jilid 2.
“Trilogi ini menekankan pentingnya harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi bangsa, termasuk di lingkungan pelajar Ma’arif,” ujar Prof Amin.
Ia menegaskan, LP Ma’arif di semua tingkatan perlu terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan keluarga besar Kementerian Agama. “Sinergitas ini akan menjadi energi bersama untuk meraih prestasi olahraga, seni, penguatan pendidikan karakter, serta memajukan pendidikan Islam di Indonesia,” tambahnya.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ketua LP Ma’arif PBNU Prof M Ali Ramdhani, Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin, Kepala Kanwil Kemenag Jateng H Saiful Mujab, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, serta Wakil Bupati Amir Husein. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap Porsema sebagai ajang strategis bagi dunia pendidikan Ma’arif.
Bangun Karakter dan Sportifitas
Ketua LP Ma’arif PBNU, Prof M Ali Ramdhani, menekankan bahwa Porsema tidak boleh hanya dipandang sebagai arena kompetisi. Lebih dari itu, Porsema adalah wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, membangun silaturahmi, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Porsema harus mampu menumbuhkan pribadi pelajar yang tangguh, cerdas, sportif, serta memiliki skill dan daya saing. Sportifitas harus dijunjung tinggi sepanjang perhelatan. Menang adalah bonus, yang terpenting adalah proses pembentukan karakter,” tegasnya.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengapresiasi penunjukan Wonosobo sebagai tuan rumah Porsema XIII. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pelajar untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus menjawab tantangan generasi muda di tengah isu degradasi moral.
“Porsema adalah ruang ekspresi positif bagi generasi muda. Melalui ajang ini, kita berharap lahir pelajar yang tangguh, mandiri, sehat, sekaligus mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman,” ungkapnya.
Ketua PW LP Ma’arif Jawa Tengah, H Fahruddin Karmani, melaporkan bahwa Porsema XIII diikuti 5.577 peserta, 1.794 official, dan delegasi dari seluruh LP Ma’arif kabupaten/kota. Menariknya, pada penyelenggaraan kali ini, Porsema juga memberi ruang bagi atlet berkebutuhan khusus.
“Ini adalah wujud perhatian LP Ma’arif terhadap pendidikan inklusif. Kami ingin menunjukkan bahwa setiap pelajar, apapun kondisinya, berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berprestasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, Porsema menjadi media pembinaan karakter dan prestasi generasi muda NU.
“Harapannya, lahir pelajar yang sehat jasmani, kuat rohani, serta berkarakter Aswaja an-Nahdliyah. Sportifitas dan solidaritas harus tumbuh dari ajang ini,” tandasnya.
Porsema XIII Jawa Tengah akan berlangsung selama empat hari, dengan mempertandingkan beragam cabang olahraga dan kesenian. Ribuan pelajar Ma’arif siap menunjukkan bakat, sportivitas, dan semangat kebersamaan dalam bingkai persatuan dan nilai-nilai ke-NU-an.
Penulis: Muharno Zarka
Porsema XIII Jateng Resmi Dibuka, Jadi Ajang Harmoni, Sportifitas, dan Pendidikan Karakter