KENDAL — Pondok Pesantren Salafiyah Karangmalang, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal menggelar kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU–IPPNU yang diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat IPNU–IPPNU Pondok Pesantren Salafiyah, bertempat di Aula Pondok Pesantren Salafiyah, pada Jum’at, 6 Februari 2026.
Kegiatan Makesta ini diikuti oleh 250 peserta yang seluruhnya merupakan santri Pondok Pesantren Salafiyah Karangmalang. Makesta menjadi tahap awal kaderisasi bagi pelajar NU untuk menanamkan nilai keorganisasian, keaswajaan, serta kepemimpinan sejak dini.
Pada sesi materi kepemimpinan, panitia menghadirkan Hasan, M.Pd, yang saat ini aktif sebagai pengurus lembaga di PWNU Jawa Tengah sekaligus pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah. Kehadiran beliau menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta, mengingat Hasan, M.Pd juga merupakan putra daerah Desa Karangmalang yang pernah berproses di IPNU.
Dalam penyampaiannya, Hasan, M.Pd membagikan sedikit pengalaman pribadinya saat aktif di IPNU Desa Karangmalang. Ia menekankan bahwa proses berorganisasi di IPNU–IPPNU menjadi bekal penting dalam membentuk karakter kepemimpinan, keberanian, serta tanggung jawab sosial.
Lebih lanjut, Hasan menyampaikan bahwa pemimpin itu bergerak dan mendorong. Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan kemampuan untuk mempengaruhi, menggerakkan, dan mengarahkan orang lain agar mau bekerja sama mencapai tujuan bersama.
Ia juga menegaskan pentingnya kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang pemimpin pelajar, yakni komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Selain itu, seorang pemimpin harus memiliki kapasitas diri yang meliputi sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), kebiasaan (habit), serta usaha (effort) yang terus diasah.
Dalam konteks IPNU–IPPNU, Hasan menjelaskan bahwa kepemimpinan harus memiliki ciri khas, di antaranya berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah, mengutamakan musyawarah, menjunjung nilai keikhlasan, serta berorientasi pada kaderisasi dan kemaslahatan umat.
Adapun tujuan kepemimpinan IPNU–IPPNU adalah untuk mencetak pelajar NU yang berilmu, berakhlak, dan berorganisasi, menjalankan roda organisasi secara efektif, menjadi wadah belajar memimpin sejak dini, serta mempersiapkan kader pemimpin bangsa dan umat di masa depan.
Hasan juga menguraikan sifat-sifat yang seharusnya dimiliki oleh pemimpin ideal IPNU–IPPNU, antara lain amanah, jujur, adil, bertanggung jawab, disiplin, rendah hati, mau mendengar dan belajar, serta berani mengambil keputusan.
Tak lupa, ia menyinggung berbagai tantangan yang sering dihadapi pemimpin pelajar, seperti membagi waktu antara sekolah dan organisasi, mengelola perbedaan pendapat, kurangnya pengalaman, serta rasa malas dan tidak konsisten. Tantangan tersebut, menurutnya, harus dihadapi dengan komitmen, niat yang lurus, dan kerja sama tim.
Sebagai penutup, Hasan yang juga mendapatkan penerima beasiswa Doktor Universitas Wahid Hasyim Semarang ini menegaskan bahwa kepemimpinan di IPNU–IPPNU harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti memimpin rapat dengan baik, menjadi teladan dalam sikap dan ibadah, menghidupkan program kerja, serta merangkul seluruh anggota tanpa membeda-bedakan.
“Pemimpin IPNU–IPPNU bukan yang paling pintar, tetapi yang paling siap melayani. Bukan siapa yang berada di depan, melainkan siapa yang paling bertanggung jawab,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Makesta ini, diharapkan para santri Pondok Pesantren Salafiyah Karangmalang semakin memahami jati diri sebagai kader IPNU–IPPNU dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan NU di masa mendatang.