Konya, Turki – Tiga delegasi Indonesia turut memeriahkan upacara pembukaan OIC Youth Capital 2026 yang digelar di Selçuklu Congress Center, Konya, Turki, pada Senin (11/5/2026). Mereka hadir dalam forum bergengsi tingkat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang mempertemukan para pemimpin pemuda dari negara-negara anggota.
Ketiga perwakilan Tanah Air tersebut adalah Astrid Nadya Rizqita (Presiden OIC Youth Indonesia sekaligus Committee Member ICYF untuk kawasan Asia), Nur Ghina Muslimah (Ketua Bidang PB Himpunan Mahasiswa Islam merangkap Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif OIC Youth Indonesia), serta Ery Alfian Yudha (ASN Muda Kemenpora RI). Mereka tampil sebagai undangan dalam ajang yang juga dihadiri para delegasi muda dari 40 negara anggota OKI.
Program Unggulan ICYF
OIC Youth Capital merupakan program unggulan dari Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF), yaitu lembaga afiliasi OKI yang fokus pada pemberdayaan pemuda di negara-negara Islam. Program ini disahkan dalam forum menteri luar negeri OKI dan telah bergulir di berbagai kota sejak pertama kali digelar.
Konya tercatat sebagai kota di Turki yang untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya Istanbul menyandang predikat tersebut pada periode 2015–2016. Sepanjang sejarahnya, OIC Youth Capital telah diselenggarakan di sejumlah kota, antara lain Istanbul (2015–2016), Putrajaya (2017), Shiraz dan Fez (2017), Al-Quds (2018), Doha (2019), Dhaka (2020–2021), Kazan (2022), Shusha (2024), Marrakesh (2025), dan kini Konya (2026). Capaian ini menunjukkan konsistensi Turki dalam mendukung pengembangan kepemudaan di lingkungan OKI.
Dukungan Penuh Sekretariat OKI
Sekretariat Jenderal OKI Jeddah turut hadir melalui Dr. Boubakari Maiga, Kepala Departemen Pemuda dan Olahraga. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kiprah ICYF sejak didirikan pada 2014 dan menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan OIC Youth Capital Konya 2026. Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Turki selaku tuan rumah serta kepada Pemerintah Saudi Arabia selaku ketua ICYSM (Islamic Conference of Youth and Sports Ministers). Sekretariat OKI berkomitmen mengawal program ini selama setahun ke depan dan mengoordinasikan badan-badan OKI lainnya untuk turut menyukseskannya.
Pertunjukan Seni yang Memukau
Pemerintah Kota Konya menyuguhkan penampilan seni spektakuler yang menggambarkan perjalanan panjang sejarah kota tersebut. Mulai dari zaman pra-Islam dengan peradaban Het dan Frigia, era Bizantium, masuknya pengaruh sufi melalui sosok Jalaluddin Rumi, zaman Islam, kejayaan Seljuk Empire yang menjadikan Konya sebagai ibu kota, era Ottoman, zaman Turki modern pasca runtuhnya Kesultanan Ottoman, hingga potret Konya masa kini dengan infrastruktur modern seperti trem dan berbagai fasilitas publik. Pertunjukan ini disambut meriah oleh seluruh delegasi.
Sambutan Para Pejabat Tinggi
Sejumlah pejabat tinggi turut memberikan sambutan, antara lain H.E. Uğur İbrahim Altay (Wali Kota Konya Metropolitan), H.E. Taha Ayhan (Presiden ICYF), Dr. Boubakari Maiga (Kepala Departemen Pemuda dan Olahraga OKI), H.E. Osman Aşkın Bak (Menteri Pemuda dan Olahraga Turki), H.E. Aminul Haque (Menteri Pemuda dan Olahraga Bangladesh), İbrahim Akın (Gubernur Konya), serta Ahmet Büyükümüs (Wakil Ketua Partai AK Party). Hadir pula Asisten Deputi Kemenpora Kerajaan Saudi Arabia selaku Chair ICYSM Ke-5, perwakilan Menteri Pemuda dan Olahraga Maroko, serta delegasi dari Suriah dan Azerbaijan.
Keprihatinan atas Konflik dan Harapan untuk Pemuda
Para tokoh dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap konflik dan perang yang masih terjadi di berbagai negara Islam. Mereka berharap forum seperti OIC Youth Capital dapat melahirkan gagasan konstruktif bagi kemajuan dan kebangkitan dunia Islam. Para pemuda, sebagai penerus kepemimpinan bangsa, dinilai memiliki peran strategis dalam mewujudkan perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan umat.
Gubernur Konya dan Menteri Pemuda dan Olahraga Turki menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Recep Tayyip Erdoğan yang konsisten menyuarakan kepentingan umat Islam di panggung global. Dukungan penuh dari kepemimpinan Turki dinilai menjadi motor penggerak berbagai forum pemuda Islam internasional, termasuk OIC Youth Capital Konya 2026.
Serah Terima Estafet dan Peluncuran Logo
Puncak acara diisi dengan Key Handover Ceremony, di mana estafet penyelenggaraan OIC Youth Capital diserahkan dari perwakilan Pemerintah Maroko (tuan rumah 2025, Marrakesh) kepada H.E. Uğur İbrahim Altay, Wali Kota Konya, sebagai tuan rumah 2026. Prosesi ini menandai dimulainya rangkaian program kepemudaan tingkat OKI di Konya sepanjang tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan logo resmi OIC Youth Capital Konya 2026.
Pernyataan Delegasi Indonesia
“Konya bukan sekadar kota sejarah, tetapi juga simbol bagaimana pemuda bisa menjembatani warisan budaya untuk masa depan. Indonesia hadir untuk bekerja sama, bukan sekadar hadir,” ujar Astrid Nadya Rizqita usai acara.
Sementara itu, Nur Ghina Muslimah menyoroti pentingnya peran mahasiswa dan ekonomi kreatif dalam diplomasi pemuda. Ia secara aktif berinteraksi dengan para tamu dari berbagai negara serta memperkenalkan Indonesia melalui oleh-oleh khas Tanah Air, selaras dengan semangat Konya sebagai kota pertemuan budaya dan peradaban.
Fasilitas KonyaKart untuk Delegasi
Sebagai bentuk penghormatan, panitia memberikan KonyaKart, yaitu kartu akses gratis untuk menggunakan bus dan trem di Kota Konya selama 9–12 Mei 2026. Dengan demikian, para delegasi dapat dengan leluasa menjelajahi berbagai sudut kota yang kaya akan sejarah dan budaya.
Rangkaian OIC Youth Capital Konya 2026 sendiri berlangsung sejak 10 Mei dan ditutup dengan sesi kepulangan pada 12 Mei 2026.