NU Bergerak di Bener Meriah, Posko NU Peduli Kemanusiaan Jadi Pusat Bantuan Korban Banjir

Bener Meriah, kabarnujateng.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bener Meriah mendirikan Posko NU Peduli sebagai pusat koordinasi dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor. Posko tersebut berada di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, dan menjadi titik temu solidaritas warga NU yang saling bahu-membahu membantu korban.

Tim Asesmen NU Peduli PWNU Jawa Tengah mengunjungi Posko NU Bener Meriah pada Rabu (31/12/2025). Selain berdiskusi mengenai kebutuhan mendesak warga, tim juga menyerahkan bantuan buku Qiraati untuk anak-anak. Kunjungan tersebut dihadiri unsur Banom NU setempat sebagai wujud penguatan koordinasi dan solidaritas jam’iyah dalam penanganan bencana.

Posko darurat tersebut menempati rumah Abdul Muhid, warga sekaligus kader NU, yang sejak awal bencana aktif membantu warga sekitar.

Abdul Muhid menjelaskan bahwa sebelum banjir, kondisi sungai di wilayah tersebut normal. Namun hujan yang turun terus-menerus selama sekitar empat hari menyebabkan debit air meningkat tajam hingga akhirnya terjadi banjir bandang. Ia menyebut, suara gemuruh dari arah hulu menjadi pertanda awal sebelum jembatan kecil di sekitar lokasi jebol dan air datang membawa kayu serta material bangunan.

Tim Asesmen NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng kunjungi Posko di Bener Meriah Aceh


“Jam 11-an sudah air itu sudah ke bawah ini, sama kayu-kayunya itu. Keras sekali, orang pada panik,” ujarnya.


Menurut Abdul Muhid, beberapa material rumah bantuan hanyut terbawa arus. Meski demikian, wilayah sekitar posko relatif aman dan hanya dilalui arus air serta kayu-kayu besar. Ia menambahkan bahwa dampak paling parah justru dirasakan warga di wilayah bawah dan pelosok yang akses jalannya rusak serta tertutup longsor.

Sejak hari pertama bencana, PCNU Bener Meriah langsung mengonsolidasikan jaringan jam’iyah. Bantuan datang dari berbagai elemen NU, antara lain jaringan NU Kulon Progo, Pesantren Al-Hamid Jakarta, serta LAZISNU PBNU. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak.

“Alhamdulillah ini sudah selesai pembagian, mungkin selesainya 90 persen. Sisanya nanti ke daerah yang longsornya lebih parah,” jelasnya.


Selain logistik, kader dan warga NU juga turun langsung sebagai relawan untuk menjangkau wilayah pelosok. Abdul Muhid menggambarkan kondisi lapangan yang memprihatinkan dan menyisakan trauma bagi sebagian warga, terutama mereka yang kehilangan rumah dan kebun.

“Intinya warga NU saling membantu di sini. Yang penting sekarang bagaimana korban bisa terbantu semua,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Asesmen NU Peduli PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin, menyampaikan bahwa Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu pilihan untuk mendirikan posko dari NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah dengan catatan mendapatkan dukungan penuh dari pengurus NU yang ada di sini. 

“Kita bisa berkolaborasi bersama melakukan kerja kerja recovery bencana di wilayah sasaran,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa selain bantuan darurat, NU Peduli juga memberi perhatian pada pemulihan pendidikan. Normalisasi kegiatan belajar-mengajar menjadi agenda penting.

“Diperluka gotong royong, baik relawan dari luar, warga, kader NU, dan tokoh2 yang ada di sini. Kerja bakti bareng2 membersihkan lembaga2 pendidikan dan keagamaan seperti suro, madrasah, masjid, ataupun pesantren yang terdampak,” tambahnya.

Kunjungan tersebut dihadiri unsur Banom NU setempat, seperti Ketua PC Muslimat NU Bener Meriah; Nurbeti , Ketua PC Isnu Bener Meriah; Darwinsyah, Pengurus PC Maarif Bener Meriah; Maryani, Kepala Satkornas GP Ansor Bener Meriah; Haidir. (Lukman Hakim)

WhatsApp Hubungi Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *