Klaten, kabarnujateng.com
Rangkaian Peringatan Haul ke-71 KH Muhammad Manshur diakhiri dengan pengajian akbar yang berlangsung di halaman Masjid Al Manshur, Pondok Pesantren Popongan, Tegalgondo, Cawas, Klaten, Ahad (24/8/2025).
KH Munif Zuhri dari PP Girikusumo dalam manakibnya menegaskan, KH Muhammad Manshur merupakan putra dari Syekh Muhammad Abdul Hadi, mursyid Thariqah Naqsyabandiyah yang berpengaruh di masanya. Beliau dikenang sebagai ulama pendakwah yang ramah, penyelamat umat, serta penuntun menuju kehidupan yang penuh keberkahan.
“Semoga Pondok Pesantren Al Manshur Popongan sebagai peninggalan beliau menjadi amal jariyah yang terus memberi keberkahan bagi umat dan bangsa,” ungkap Kiai Munif.
Ia menambahkan, orang saleh, ikhlas, dan bersungguh-sungguh menjadikan Allah sebagai tujuan hidup adalah ibarat “paku dunia” yang meneguhkan bangunan keimanan. “Kini banyak paku dunia yang lepas. Meski dunia tampak gemerlap, jiwanya rapuh karena iman mudah tercerabut,” ujarnya.
Sementara itu, KH Ahmad Fatkhul Hadi Yasin mewakili keluarga besar PP Al Manshur Popongan menyampaikan bahwa haul merupakan sarana mempererat hubungan antara ulama, umara, pesantren, dan masyarakat. “Puncak haul sekaligus wisuda khatmil Qur’an ini menjadi momentum perekat yang menjaga keberkahan bersama,” tuturnya.
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdala yang turut memberikan tausiyah menekankan pentingnya haul sebagai tradisi Nahdliyin untuk mengenang jasa para ulama. “Haul bukan sekadar peringatan, tetapi penghormatan atas perjuangan mereka dalam menyebarkan ilmu dan ajaran Islam,” tegasnya.
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus PCNU Klaten, Forkopimda Kabupaten Klaten, anggota DPRD, Kepala Kemenag Klaten, Forkopimca Cawas, perangkat desa Tegalgondo, para pengasuh pesantren, wali santri, dan alumni.
Kontributor: Eko Priyanto