Ratusan Pesantren Jateng Komitmen Sukseskan Program MBG melalui SPPG

SEMARANG, kabarnujateng.com – Ratusan pondok pesantren di Jawa Tengah menegaskan komitmennya menghadirkan layanan gizi terbaik melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Daerah pembangunan tahap II program 1.000 dapur SPPG Pesantren di Jateng yang digelar di Hotel Grasia Semarang, Kamis (30/10/2025).

Ketua Asosiasi Pengasuh Ponpes Jateng, KH M Yusuf Chudlori menyampaikan, pesantren memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pemenuhan gizi santri. Dengan adanya SPPG, pelayanan gizi akan semakin terstandar dan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para santri.

“Santri tidak akan memilih-milih menu, dan pasti dihabiskan karena tidak bisa dibawa pulang. Jadi manfaatnya jelas,” ujar Pengasuh Ponpes Tegalrejo Magelang yang akrab disapa Gus Yusuf itu.

WhatsApp Hubungi Kami

Rapat Koordinasi Daerah sosialisasi pembangunan tahap II program 1.000 dapur SPPG Pesantren di Jateng, yang digelar di Hotel Grasia Semarang, Kamis (30/10)

Ia menegaskan, seluruh pengelolaan SPPG harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah. “Aturan yang ditetapkan harus kita taati, jaga, dan rawat bersama,” tegasnya.

Meski pesantren dinilai sudah lama berpengalaman dalam urusan konsumsi santri, ia menekankan pentingnya sistem yang baku agar kualitas pelayanan semakin meningkat dan mudah diawasi. “Kita sistemkan sehingga semuanya semakin baik dan sesuai aturan,” lanjutnya.

Gus Yusuf juga mengajak para kiai dan ibu nyai untuk turut menyukseskan program MBG. “Semangat melayani, mulang ngaji, dan mensukseskan program pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite Percepatan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PM, Badrut Tamam menyebut, program SPPG tidak hanya berdampak bagi santri, namun juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Ia mencontohkan, satu dapur SPPG melibatkan sekitar 47 tenaga kerja di lingkungan pesantren.

“Kalau ada 118 saja, berarti sudah 5.546 masyarakat ikut bekerja membangun SPPG,” jelasnya. Ia menargetkan pembangunan SPPG di Jateng dapat mulai berjalan November dan beroperasi pada akhir Desember 2025.

Rakor turut menghadirkan perwakilan Kodam IV Diponegoro yang selama ini ikut mendampingi pelaksanaan SPPG. Waaster Kasdam IV/Diponegoro, Letkol Inf Dipo Sambung Lumban Gaol mengapresiasi kiprah pesantren dalam program tersebut.

“Apapun kendalanya harus kita hadapi. Niat kita memberikan yang terbaik bagi bangsa,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *