Selangor Malaysia, kabarnujateng.com – Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang sukses menggelar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Internasional di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Selangor, pada 4–7 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing mahasiswa di level global sekaligus memperkuat kompetensi dalam bidang manajemen bisnis dan pengembangan UMKM berbasis nilai.
Dekan FEB Unwahas, Dr. Hasan, SE, M.Sc, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan dinamika pasar global tanpa meninggalkan jati diri nilai lokal.
“Kami ingin mahasiswa MM Unwahas tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga memahami standar manajerial dunia. Melalui kolaborasi dengan UKM Malaysia, mahasiswa belajar bagaimana ekosistem bisnis dan UMKM mampu bersaing secara profesional,” ungkapnya.

Dalam sesi akademik, delegasi Unwahas disambut oleh Dr. Mohd Farhan bin Md Ariffin dari UKM Malaysia. Ia menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berlandaskan etika.
“Pendekatan ekonomi berbasis nilai keislaman seperti keadilan dan kemaslahatan dapat menjadi solusi bagi tantangan ekonomi global. Sinergi ini diharapkan melahirkan model bisnis yang kuat secara sistem dan etis secara nilai,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturrahim lintas negara dengan warga Nahdliyin di Malaysia. Delegasi Unwahas disambut oleh Masykur Laseman dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia.
“Ini adalah silaturrahim yang produktif. Kami mendukung langkah FEB Unwahas membawa mahasiswa melihat langsung realitas ekonomi internasional demi penguatan ekonomi umat,” ujarnya.
Perwakilan mahasiswa, Athoillah Alfarid, S.M., menyampaikan bahwa KKL ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami strategi bisnis global dan adaptasi UMKM terhadap teknologi.
“Pengalaman ini sangat penting bagi kami sebagai calon manajer agar siap menghadapi tantangan global,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke sejumlah pusat pengembangan UMKM di Malaysia untuk melihat integrasi teori manajemen dengan praktik lapangan.