Wonosobo, kabarnujateng.com
A’wan Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), menegaskan pentingnya orientasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif agar benar-benar siap terjun ke dunia kerja sesuai keterampilan yang didapatkan di sekolah.
Hal tersebut disampaikan Gus Yusuf saat Bincang Pendidikan bersama Ketua LP Ma’arif NU se-Jawa Tengah dan pengurus PCNU di sela-sela kegiatan PORSEMA XIII LP Ma’arif NU Jateng di Hotel Eagle Wonosobo.
“LP Ma’arif merupakan instrumen penting dalam membangun sumber daya kader masa depan. Sekolah-sekolah Ma’arif, termasuk yang berbasis pesantren, harus dikembangkan dengan pelatihan vokasi. Saya berpesan agar lulusan SMK Ma’arif diperkuat untuk siap memasuki dunia kerja. Kalau lulus SMK tidak siap kerja, lebih baik jangan sekolah di SMK,” tegasnya dalam keterangannya diterima kabarnujateng.com pada Selasa (16/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Gus Yusuf yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng juga menyerahkan secara simbolis delapan unit papan interaktif untuk sekolah/madrasah Ma’arif di Jawa Tengah. Bantuan tersebut merupakan bentuk afirmasi dari Fraksi PKB (FPKB) DPRD Jateng guna mendukung percepatan transformasi digital dalam pembelajaran.
Ketua LP Ma’arif NU Jateng, Fakhruddin Karmani, menyampaikan apresiasi kepada FPKB Jawa Tengah yang telah memberikan dukungan nyata terhadap digitalisasi pembelajaran di lingkungan Ma’arif. Ia berharap, papan interaktif tersebut mampu menjadi sarana inovasi guru dalam mengajar sekaligus meningkatkan capaian hasil belajar siswa.
“Kami ucapkan terima kasih kepada FPKB Jateng, khususnya kepada Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, yang telah mengawal program ini. Papan interaktif ini harus menjadi sarana percepatan pemahaman materi pelajaran bagi peserta didik,” ungkapnya.
Gus Yusuf: Lulusan SMK Ma’arif Harus Siap Kerja, FPKB Jateng Dukung Digitalisasi Pembelajaran