Demak – Tradisi Pisowanan dalam rangkaian perayaan Grebeg Besar Demak kembali dilaksanakan pada Selasa (12/05/2026). Prosesi ini mempertemukan keluarga besar ahli waris Sunan Kalijaga dengan Pemerintah Kabupaten Demak sebagai simbol kuatnya hubungan antara pemimpin (umara) dan tokoh agama (ulama) yang telah mengakar sejak zaman Kesultanan Demak.
Makna Filosofis Tradisi Sesepuh Kadilangu, H RM Cahyo Imam Santoso, menekankan bahwa pisowanan bukan sekadar seremoni tahunan. Tradisi ini merupakan warisan dari era Sultan Fatah dan Sunan Kalijaga yang mengedepankan silaturahmi serta pertukaran nasihat. Menurutnya, kerukunan antara pemerintah dan pemuka agama merupakan kunci kelancaran tugas negara sekaligus jalan pembuka keberkahan bagi masyarakat.
Harapan Pengembangan Wisata Religi Dalam pertemuan tersebut, pihak ahli waris juga mengusulkan perbaikan fasilitas infrastruktur bagi peziarah. Usulan tersebut meliputi penataan trotoar, taman, dan pencahayaan pada jalur penghubung antara Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu dengan Masjid Agung Demak guna meningkatkan kenyamanan wisatawan religi.
Respons Pemerintah Daerah Bupati Demak, Eisti’anah, menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa silaturahmi ini menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus menjaga kelestarian Grebeg Besar. Terkait usulan infrastruktur, Bupati menjelaskan bahwa rencana tersebut telah masuk dalam program pengembangan kawasan “Segitiga Emas” wisata religi di Demak.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengemas Grebeg Besar menjadi daya tarik wisata nasional melalui berbagai inovasi, tanpa sedikit pun mengurangi nilai sakral dan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.