Surakarta – Sebuah pelatihan jurnalistik bernuansa Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Gedung Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pimpinan Komisariat PMII Raden Mas Said Surakarta dengan Lakpesdam PWNU Jawa Tengah. Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang ini menjadi wadah untuk memperkuat literasi serta tradisi intelektual di kalangan generasi muda Nahdliyin.
Pelatihan ini diikuti oleh kader PMII yang memiliki minat terhadap dunia tulis-menulis dan jurnalistik. Tujuannya adalah mencetak jurnalis muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dalam praktik jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan media digital.
Dalam sambutannya, Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, M. Zainal Anwar, menyoroti pentingnya peran generasi muda Nahdliyin agar hadir di berbagai sendi kehidupan sosial. “Generasi muda Nahdliyin perlu terjun ke banyak bidang, baik di masyarakat, kampus, maupun bangsa, dengan membawa nilai-nilai Aswaja,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tantangan zaman tidak cukup dihadapi hanya dengan semangat organisasi, tetapi juga harus dibarengi penguasaan literasi, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi kemajuan teknologi informasi. “Anak muda NU harus ambil bagian dalam membangun ruang publik yang sehat melalui tulisan dan media yang mencerahkan,” tegasnya.
Para peserta mendapat materi tentang kepenulisan, esai, serta cara membangun tradisi intelektual organisasi melalui media dan tulisan yang inspiratif.
Salah satu pemateri, Ajie Najmuddin, mengungkapkan bahwa menulis merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan sosial dan kebudayaan NU. Ia menjelaskan bahwa tradisi menulis di lingkungan NU berakar dari sejarah panjang perjuangan para ulama dan kader dalam merawat ilmu pengetahuan, membangun kesadaran sosial, serta menjaga keberlanjutan tradisi. Tulisan, menurutnya, memiliki kekuatan untuk menggerakkan organisasi sekaligus menjadi dokumentasi sejarah. Ajie juga mengajak peserta memahami prinsip tajdid dalam tradisi berpikir NU, yaitu mempertahankan nilai-nilai lama yang baik sekaligus mengambil hal-hal baru yang lebih membawa kemaslahatan dan sesuai dengan perkembangan zaman. “Generasi muda NU, termasuk kader PMII, harus mampu menjaga tradisi keilmuan tanpa ketinggalan oleh kemajuan media modern,” ucapnya.
Dalam sesi penulisan esai, Ajie menekankan bahwa tulisan yang bagus sering lahir dari kegelisahan sosial, pengalaman pribadi, atau fenomena keseharian. Ia mendorong peserta agar lebih peka terhadap persoalan di sekitar dan menjadikannya bahan tulisan yang reflektif serta argumentatif. “Segala sesuatu di sekitar kita sebenarnya bisa menjadi bahan tulisan. Yang penting adalah keberanian membaca realitas lalu merangkainya menjadi gagasan,” jelasnya. Ia juga menyebut bahwa generasi muda NU memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masa depan organisasi melalui penguatan literasi. Media digital perlu dimanfaatkan untuk memperluas penyebaran nilai-nilai Islam moderat dan tradisi keilmuan Aswaja ke masyarakat luas.
Sementara itu, jurnalis senior Ahmad Nashir Budiman mengingatkan bahwa budaya membaca adalah fondasi utama dalam dunia jurnalistik dan gerakan intelektual. “Sebagai generasi Aswaja, membaca dan belajar adalah kewajiban. Tanpa keduanya, NU dan PMII akan tergerus zaman dan sulit menjaga regenerasi,” katanya. Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya banjir informasi, tetapi juga menurunnya ketekunan dalam membaca dan mendalami ilmu secara sungguh-sungguh. Padahal, tradisi NU sejak awal tumbuh dari budaya belajar, mengaji, diskusi, dan menulis.
Dalam sesi tanya jawab, para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar teknik menulis berita dan cara membangun sudut pandang dalam tulisan. Beberapa di antaranya juga berdiskusi mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan penguatan literasi publik.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga membawa nilai kemaslahatan serta semangat Aswaja dalam kehidupan bermasyarakat.