Boyolali, kabarnujateng.com – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Kegiatan yang diikuti 424 peserta ini berlangsung selama 10 hari.
Penutupan diklat dilaksanakan pada Sabtu (14/2/2026) oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Tengah, Fitriyanto, yang memberikan arahan kepada seluruh peserta agar terus menjaga kebugaran dan meningkatkan kompetensi hingga masa keberangkatan ke Tanah Suci.
Menurutnya, meski diklat telah berakhir, masih ada “pekerjaan rumah” yang harus dilanjutkan para petugas di daerah masing-masing. Fokus utama adalah pendalaman bahasa Arab dan pemantauan ketat kebugaran fisik.

“Kami berharap teman-teman tidak berhenti belajar setelah diklat ini selesai. Masih ada waktu sekitar dua bulan sebelum keberangkatan. Waktu ini harus dimanfaatkan untuk menambah ilmu dan menjaga kebugaran agar benar-benar fit,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya kesiapan fisik mengingat tantangan cuaca ekstrem dan medan berat di Arab Saudi.
“Petugas tidak hanya harus siap secara pengetahuan, tetapi juga fisik dan mental. Mentalitas pelayanan adalah kunci utama kesuksesan penyelenggaraan haji,” lanjutnya.
Fitriyanto menegaskan bahwa ibadah haji merupakan amanah negara yang menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat. Dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, penyelenggaraan haji membutuhkan tata kelola yang tertib serta petugas yang berorientasi penuh pada pelayanan.
Ia mengingatkan agar petugas PPIH selalu sigap, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Tanpa disiplin, pelayanan akan kehilangan ruhnya. Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan prima. Setiap pelayanan kepada jemaah adalah wajah negara yang membawa etika, integritas, dan komitmen menjaga nama baik Indonesia di mata dunia,” tandasnya.
Melalui diklat ini, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan kesiapan PPIH sebagai garda terdepan pelayanan haji, guna memastikan setiap jemaah memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat sebagai wujud kehadiran negara.
Acara penutupan juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenhaj DIY, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan DIY, BKK Semarang, serta BKK DIY.
Pewarta: Ahsan Fauzi