Susur Sungai Berujung Petaka, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Terseret Air Bah di Kendal

KENDAL, kabarnujateng.com – Upaya pencarian mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang terseret arus saat susur sungai di Tubing Genting Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, kembali dilanjutkan pada hari kedua operasi Search and Rescue (SAR), Rabu (5/11/2025).

Sejak pukul 07.00 WIB, tim gabungan dari Bagana NU, TNI–Polri, BPBD, relawan NU Peduli, dan berbagai unsur SAR lainnya sudah bersiap di titik kumpul Kedung Salam. Kepala Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kendal, Ahmad Sahri, sebagai relawan yang warga lokal yang paham akan daerah tersebut dipercaya jadi pemimpin apel pagi itu.

“Selain TNI-Polri dan BPBD, unsur NU Peduli serta relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan turut serta membantu. Ini wujud gotong royong dan solidaritas kemanusiaan,” ungkap Sahri.

WhatsApp Hubungi Kami

Kasatsus Bagana Kendal Ahmad Sahri saat pimpin apel pagi Ops SAR di Singorojo.

Pencarian dilakukan dengan penyisiran sepanjang aliran sungai, pembagian tim ke beberapa sektor, serta pemantauan jalur air yang berpotensi membawa korban. Pada hari pertama operasi (4/11), tiga mahasiswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Mereka adalah RA (21/P) dan SN (21/P) asal Pemalang, serta MLR (21/L) asal Kota Pekalongan.

Dua Korban Kembali Ditemukan

Pada hari kedua pencarian, tim SAR kembali menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia. 1 korban diketemukan pada lokasi di bawah Genting Dong Lantingan dan 1 korban lainnya di bawah Karet Bulu Jolinggo.

Korban ditemukan hari ini:

1. BP (21/L) Gresik diketemukan jam 08.13 WIB dan telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soewondo Kendal 11.23 WIB.

2. MJA (21/L) Jepara diketemukan jam 09.25 WIB dan telah dibawa ke RSUD Kendal 10.56 WIB.

Dengan temuan ini, lima dari enam mahasiswa yang hanyut telah ditemukan.

Satu Mahasiswa Masih Dalam Pencarian, Ops SAR Dilanjut Besok 

Satu korban bernama NYDP Nabila Yulian Dessi Pramesti (21/P) asal Bojonegoro masih belum ditemukan. Tim SAR terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan visual dari darat sepanjang aliran sungai.

Cuaca hujan deras pada sore hari memaksa tim menghentikan operasi demi keselamatan. Operasi SAR akan kembali dilanjutkan esok hari.

“Untuk hari ini operasi dihentikan karena hujan deras. Pemantauan tetap dilakukan dari darat. Insyaallah pencarian dilanjutkan besok,” jelas Sahri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, enam mahasiswa KKN UIN Walisongo terseret air bah pada Selasa (4/11/2025) saat melakukan kegiatan susur sungai tanpa pendamping resmi dan tanpa alat pelindung diri. Derasnya arus akibat hujan di wilayah hulu menyebabkan banjir bandang tiba-tiba.

Warga, relawan NU, dan aparat setempat berharap korban terakhir segera ditemukan agar proses evakuasi dapat tuntas dan keluarga mendapat kepastian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *