SEMARANG, kabarnujateng.com – PT Pos Indonesia (Persero) Regional 4 Jawa Tengah dan DIY menjajaki kerja sama strategis dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat layanan logistik dan transaksi keuangan yang dapat mendukung penguatan ekonomi umat.
Audiensi berlangsung di Kantor PWNU Jawa Tengah, Jl dr Cipto 180 Semarang pada Senin (4/11/2025), antara Kepala Regional 4 Pos Indonesia, Agus Aribowo, dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin didampingi Bendahara PWNU Jateng H Akhmad Rafiq Abdillah.
Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi antara Pos Indonesia dan sejumlah lembaga di lingkungan PWNU, seperti Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), Rabhitah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), dan Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).
Agus Aribowo menjelaskan, Pos Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung kegiatan ekonomi NU melalui dua sektor utama, yakni logistik dan layanan keuangan digital.
“Jaringan kantor pos kami menjangkau hingga tingkat kecamatan di Jawa Tengah dan DIY. Ini sangat relevan untuk membantu distribusi produk usaha kecil binaan LPNU. Kami juga siap menyediakan layanan pengiriman uang, pembayaran tagihan, dan logistik untuk kebutuhan pesantren di bawah RMI,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi ini akan membantu memangkas biaya operasional dan memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk komunitas NU, khususnya di sektor ekonomi rakyat.
Sementara itu, KH Abdul Ghaffar Rozin yang akrab disapa Gus Rozin, menyambut baik kerja sama ini dan menilai Pos Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok, digitalisasi zakat, serta layanan keuangan syariah.
“Kami melihat potensi besar dalam layanan logistik dan platform digital Pos Indonesia untuk mendukung LAZISNU. Dengan kemudahan transfer dan pembayaran digital, pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah akan lebih efisien dan transparan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kerja sama dengan LKNU dan RMI dapat dikembangkan dalam bidang pengiriman obat-obatan, logistik alat kesehatan, serta layanan distribusi ke pesantren dan pos kesehatan NU di berbagai daerah. Selain itu, Pos Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam kegiatan PWNU seperti pameran atau pelatihan ekonomi umat agar semakin dikenal oleh kalangan Nahdliyyin.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menghasilkan kesepakatan pembentukan tim teknis gabungan. Tim tersebut akan merumuskan detail Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pos Indonesia Regional 4 dan PWNU Jawa Tengah agar sinergi ini segera terealisasi demi kemaslahatan umat dan penguatan ekonomi berbasis komunitas NU.