Innalilahi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Solo KH Abdul Muid Ahmad

SURAKARTA, kabarnujateng.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta. Pengasuh pesantren, KH Abdul Muid Ahmad, wafat pada usia 74 tahun di RS PKU Muhammadiyah Solo pada Kamis (16/10/2025).

Kabar wafatnya kiai yang dikenal tawadhu dan istiqamah dalam mengajar Al-Qur’an ini beredar luas di media sosial dan telah dikonfirmasi oleh salah satu asatidz Pesantren Al Muayyad, Ustadz H Zaenal Abidin.

KH Abdul Muid Ahmad dikenal sebagai sosok yang telaten dalam mendampingi santri, terutama dalam menyimak bacaan Al-Qur’an. Di lingkungan pesantren dan masyarakat Solo, beliau dipandang sebagai pendidik yang rendah hati, berakhlak mulia, serta konsisten menjaga tradisi keilmuan Al-Qur’an.

WhatsApp Hubungi Kami

Berdasarkan rilis resmi keluarga besar Pondok Pesantren Al Muayyad yang diterima NU Online Jateng dari pihak keluarga, KH AM Mustain Nasoha, almarhum KH Abdul Muid Ahmad akan dimakamkan pada Jumat (17/10/2025) pukul 13.00 WIB di Makam Pulo Lawean, Surakarta.

Sebelum dimakamkan, jenazah akan dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta, setelah disemayamkan dan disalatkan oleh keluarga, santri, serta masyarakat sekitar.

Rilis yang ditandatangani oleh Nyai Hj. Sofwati Abdul Muid menyampaikan permohonan maaf jika selama hidup almarhum memiliki kesalahan, sekaligus mengajak seluruh keluarga, sahabat, dan masyarakat untuk mendoakan beliau.

Sedayaa keluarga nyadong pandonga mugi-mugi Almarhum pinaringan maghfirah sedaya kalepatan, kalebetan kawalulianipun Gusti Allah Subhanahu wa Ta’ala ingkang Husnul Khotimah lan sedaya dzurriyah dados kawula ingkang shalih lan shalihah. (Seluruh keluarga memohon doa semoga almarhum mendapat ampunan atas segala kesalahan dan diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan husnul khatimah, serta semoga seluruh keturunannya menjadi hamba yang saleh dan salehah). Aamiin,” tertulis dalam surat lelayu tersebut.

KH Abdul Muid Ahmad dikenal sebagai kiai yang tawadhu, istiqamah, dan berdedikasi tinggi dalam mengajarkan Al-Qur’an.

Beliau merupakan sosok yang sabar, tekun, dan memiliki perhatian besar terhadap pendidikan keagamaan di Surakarta. Sejumlah santri, alumni, dan masyarakat mulai menyampaikan doa dan ucapan belasungkawa melalui berbagai kanal komunikasi.

Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan dilapangkan jalannya menuju rahmat Allah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un. (Aldi Rizki Khoiruddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *