CILACAP, kabarnujateng.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap resmi memulai rangkaian peringatan Hari Santri 2025 melalui kegiatan Kickoff yang digelar pada Rabu (8/10/2025) di Gedung Pusdiklat PCNU Cilacap.
Acara pembuka ini menjadi pertanda dimulainya beragam kegiatan yang melibatkan lembaga dan badan otonom (Banom) NU di seluruh wilayah Cilacap.
Ketua Panitia Hari Santri 2025 PCNU Cilacap, KH Ma’mun Faozi, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan, tetapi juga mengangkat aspek kesehatan, budaya, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi warga NU.
Rangkaian acara telah dimulai sejak awal Agustus, diawali dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis oleh Muslimat NU dan Senam Sehat Mustika Segar, yang digelar di Aula Pusdiklat PCNU Cilacap. Untuk menanamkan kecintaan budaya sejak dini, diselenggarakan pula Lomba Membatik untuk TK, RA, dan PAUD pada 2 Oktober 2025.
Pada momentum Kick Off, PCNU Cilacap juga meluncurkan Armada NUTRANS, layanan transportasi berbasis kader NU sebagai langkah kemandirian ekonomi organisasi.
Selanjutnya, pada 10 Oktober 2025, akan digelar Launching Klinik Kecantikan Az Zahra Husada di Kesugihan, sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan dan usaha ekonomi produktif warga NU.
Dimensi spiritual turut diperkuat melalui Khataman Akbar dan Doa Keselamatan Bangsa, yang akan berlangsung serentak di pondok pesantren dan majelis taklim se-Cilacap.
Selain itu, Pekan Madaris pada 11–12 Oktober menjadi ajang silaturahmi dan kreativitas santri Madrasah Diniyah.
Tradisi keilmuan juga mendapat perhatian melalui Lomba Qiroatul Kutub Kitab Fathul Qarib pada 19 Oktober di Masjid Tjokro Nursowoyo, sementara semangat olahraga digelorakan lewat Turnamen Tenis Meja se-Kabupaten Cilacap.
Bidang pertanian turut hadir dengan Panen Perdana Green House Golden Melon oleh LPPNU Cilacap, yang menunjukkan kiprah NU dalam penguatan ketahanan pangan.
Menuju puncak peringatan, Lailatul Ijtima’ pada 21 Oktober akan menjadi forum refleksi dan doa bersama. Adapun puncak Hari Santri pada 22 Oktober akan ditandai dengan Apel Santri serentak di Alun-Alun Cilacap dan masing-masing MWCNU, disertai gerakan Penanaman 10.000 Pohon oleh LPBINU, sebagai simbol kepedulian santri terhadap kelestarian lingkungan.
Hadir memberikan tausiyah, Rais PCNU Cilacap KH Suada Adzkiya mengingatkan pentingnya melanjutkan perjuangan para ulama dan pejuang terdahulu.
“Kita patut bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang diperjuangkan para ulama. Kini tugas kita meneruskan perjuangan itu sesuai kemampuan masing-masing,” tegasnya.
Rangkaian Hari Santri 2025 di Cilacap diharapkan menjadi momentum memperkuat khidmah santri dalam bingkai cinta tanah air dan pengabdian kepada umat. (Naeli Rokhmah)