SUKOREJO – Pengajian Ahad Pagi yang digelar di Gedung MWC NU Sukorejo pada hari ahad, 24 Mei 2026 berlangsung khidmat dan penuh antusiasme jamaah. Kegiatan tersebut menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren API Jetis Pakisan, KH. Zarochi, sebagai penceramah utama yang menyampaikan materi tentang keutamaan bulan Dzulhijjah dan amalan-amalan yang dianjurkan di dalamnya.
Dalam tausiyahnya, KH. Zarochi menjelaskan bahwa tidak ada hari yang lebih mulia untuk beribadah kepada Allah dibanding sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Menurut beliau, puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan besar, bahkan disebut sebanding dengan puasa selama satu tahun.
Beliau juga menyampaikan bahwa orang yang melaksanakan qiyamullail pada malam-malam Dzulhijjah akan mendapatkan pahala seperti beribadah pada malam Lailatul Qadar. Selain itu, terdapat hari-hari istimewa di bulan tersebut, yakni Hari Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah, serta Hari Raya Idul Adha.
“Barang siapa menghidupkan malam Tarwiyah, malam Arafah, dan malam Idul Adha dengan ibadah, maka Allah menjanjikan pahala dan kemuliaan yang besar,” terang KH. Zarochi di hadapan jamaah.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak takbir sejak Hari Arafah hingga akhir hari Tasyrik. Pada Hari Arafah, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa karena doa terbaik adalah doa pada Hari Arafah. Selain itu, beliau menyebutkan keutamaan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali dengan harapan memperoleh karunia dan hajat yang diinginkan.
Dalam pengajian tersebut, KH. Zarochi turut menerangkan tata cara sholat sunnah Arafah empat rakaat yang diisi bacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 50 kali di setiap rakaat. Menurut beliau, amalan tersebut memiliki fadilah besar, di antaranya dicatat jutaan kebaikan, ditinggikan derajat di surga, serta mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT.
Selain membahas amalan Hari Arafah, beliau juga menjelaskan keutamaan malam Idul Adha atau Lailatun Nahr. Disebutkan bahwa orang yang menghidupkan malam dua hari raya dan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah, maka hatinya tidak akan mati.
KH. Zarochi menyampaikan terdapat lima malam yang doanya tidak tertolak, yaitu malam awal Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.
Jamaah pengajian tampak mengikuti kajian dengan penuh perhatian.
Kegiatan Ahad pagi tersebut menjadi momentum meningkatkan semangat ibadah masyarakat dalam menyambut datangnya bulan Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha.