Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla, mengungkapkan bahwa sejumlah nama sudah mulai mencuat sebagai calon Ketua Umum PBNU menjelang pelaksanaan Muktamar NU. Meski begitu, ia memastikan bahwa ketua umum petahana, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, tetap akan ikut serta dalam persaingan tersebut.
“Kini banyak kandidat yang bermunculan. Tentu saja Gus Yahya tetap maju, ditambah beberapa nama lainnya,” ujar Ulil pada Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, munculnya banyak calon merupakan hal yang lazim terjadi pada setiap penyelenggaraan Muktamar NU. Namun, PBNU saat ini belum membahas secara rinci teknis pelaksanaan muktamar, termasuk lokasi kegiatannya.
Ulil menjelaskan bahwa PBNU baru akan membentuk panitia untuk melakukan survei lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes). Keputusan soal lokasi dan metode pelaksanaan muktamar baru akan dibahas setelah Munas dan Konbes digelar.
“Setelah Munas dan Konbes terselenggara, baru akan diputuskan di mana muktamar akan diadakan dan bagaimana metodenya,” jelasnya.
Gus Ulil menambahkan bahwa PBNU kemungkinan juga akan membentuk panitia khusus untuk melakukan survei lokasi muktamar setelah tahapan Munas dan Konbes rampung.
Sebelumnya, jadwal pelaksanaan Muktamar NU akhirnya dipastikan. PBNU menetapkan bahwa acara akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut akan berlangsung pada 1 hingga 5 Agustus 2026.
Kepastian tanggal ini diperoleh setelah adanya pertemuan strategis antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Pertemuan kedua pimpinan tertinggi NU itu digelar di ruang Rais Aam, lantai 4 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/5/2026) siang sekitar pukul 14.30 WIB. Agenda utamanya adalah mematangkan persiapan Munas Alim Ulama, Konbes NU, serta Muktamar NU.
Kepastian jadwal tersebut juga dibenarkan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. “Insyaallah seperti itu (Muktamar dilaksanakan 1-5 Agustus 2026),” tegas Gus Ipul setelah keluar dari Gedung PBNU.