Boyolali – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU Kabupaten Boyolali berlangsung meriah dengan beragam rangkaian kegiatan. Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Boyolali menggelar acara mulai dari khotmil Qur’an dan ziarah masyayikh, latihan pemulasaran jenazah, seminar kesehatan reproduksi perempuan, inovasi pojok literasi, pemeriksaan kesehatan gratis, kenduri nusantara, hingga berbagai perlombaan.
Lomba yang digelar antara lain dakwah digital melalui desain flyer dengan aplikasi Canva, duta Fatayat NU, paduan suara yang membawakan mars Fatayat dan Syubbanul Wathon, serta senam gesit secara daring. Rangkaian Harlah yang dimulai sejak 24 April lalu mencapai puncaknya di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Quro, Jalan Raya Karanggede-Gemolong KM 07, Dukuh Jeglong, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, pada Ahad (3/6/2026).
Kerja Sama dengan RSPA dan Puskesmas
Dalam sambutannya, Ketua Fatayat NU Boyolali, Binti Mahmudah, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan tim kesehatan RSPA Boyolali, Puskesmas Klego 2, serta instansi atau lembaga lainnya. “Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan program-program Fatayat,” ujarnya.
Binti Mahmudah mengajak seluruh anggota agar bangga menjadi kader Fatayat NU Kabupaten Boyolali. Sesuai tema Harlah, ia menegaskan bahwa kader Fatayat harus berdaya, berdampak, dan mendunia. “Peran kader Fatayat harus memberikan aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat,” tandasnya.
Pesan Wakil Bupati: Perkokoh Kiprah Fatayat
Puncak acara rencananya dihadiri Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana. Namun karena berhalangan, beliau diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Boyolali, Bambang Sutanto.
Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa momentum Harlah ke-76 diharapkan mampu membawa Fatayat NU semakin kokoh dalam berkiprah. Fatayat harus mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman.
“Fatayat harus memiliki kapasitas, kemandirian, dan kepercayaan diri yang tinggi. Terutama secara terus-menerus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” ujarnya.
Bambang juga berpesan agar Fatayat tidak meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Untuk mewujudkannya, Fatayat harus terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi.
“Jadilah perempuan yang beriman, unggul dalam ilmu, mulia dalam akhlak. Tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga mampu membangun bangsa,” imbuhnya.
Bantuan Hibah Rp25 Juta dari Pemkab Boyolali
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap Fatayat, Bambang melanjutkan, Pemkab Boyolali memberikan bantuan hibah sebesar Rp25 juta. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras Fatayat yang senantiasa bersinergi dengan program-program pemerintah.
“Harapan bupati dan wakil bupati bagi kader Fatayat adalah menjadikan Harlah sebagai momentum meneguhkan komitmen. Menjadi penggerak perempuan yang mandiri, religius, dan inovatif. Bersama-sama mewujudkan Boyolali maju dan berdaya saing,” paparnya.
Turut hadir dalam puncak acara perwakilan pengurus PAC Fatayat NU dari 22 kecamatan se-Kabupaten Boyolali, perwakilan suriyah dan tanfidziyah PC NU Boyolali, serta banom NU seperti GP Ansor, Muslimat NU, IPNU-IPPNU, dan Pagar Nusa. (Futuhal Hidayah/adb)