Sebuah bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, runtuh saat waktu shalat Ashar dan menimbulkan korban jiwa. Peristiwa ini menewaskan tiga orang, sementara 99 orang berhasil diselamatkan. Hingga kini, sebanyak 38 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun reruntuhan.
Upaya penyelamatan terus dilakukan dengan melibatkan ekskavator dan crane untuk memindahkan puing. Namun, petugas berhati-hati agar penggunaan alat berat tidak menimbulkan kerusakan tambahan yang bisa membahayakan proses evakuasi.
Hampir 80 orang luka-luka akibat kejadian tersebut dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Para korban yang tertimpa reruntuhan terdiri dari santri serta pekerja bangunan yang berada di lokasi ketika insiden terjadi.
Bangunan pesantren itu sendiri sedang dalam tahap pembangunan untuk lantai keempat. Pengasuh pesantren menyebut, meskipun pengerjaan selesai sebelum waktu shalat, konstruksi yang ada belum cukup kuat untuk menahan beban tambahan sehingga bangunan ambruk secara mendadak.