Oleh: Kiai Muhammad Mawardi *)
Khutbah Pertama
الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ. عِبَادَ الرَّحْمٰنِ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Marilah kita bertakwa kepada Allah ta’ala, mengerahkan segala upaya untuk selalu patuh pada perintah-perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya. Dengan takwa hidup kita akan tenteram, hati kita akan ceria dan kita akan menjadi manusia mulia menurut Allah, baik didunia maupun diakhirat.
Seorang muslim sejati tentu ia memiliki cita-cita bisa masuk kedalam surga tanpa mengalami siksa. Ulama ahlus sunnah wal jama’ah menjelaskan bahwa hanya orang yang matinya membawa iman sajalah yang berhak masuk kedalam surga.
Sedangkan orang yang su’ul khotimah alias matinya tidak membawa iman maka ia akan kekal dineraka selama lamanya, na’udzubillahi min dzalik.
Mari kita terus menebar kedamaian dimanapun kita berada. Terlebih dizaman sekarang yang penuh dengan fitnah dan pertikaian. Peperangan terjadi di sebagian belahan dunia, saling menjatuhkan dan saling fitnah seolah sudah menjadi budaya dimana-mana.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Memang sebagian manusia banyak yang lalai dan lupa akan kehidupan alam kubur dan alam akhirat. Sehingga terjadi pertikaian dan fitnah dimana mana. Padahal taqwa dan amal shaleh adalah bekal paling baik dan paling utama.
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ، حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
Artinya, “Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu, sampai kamu masuk ke dalam kubur,” (QS. at-Takatsur Ayat: 1-2).
Salah satu ulama nusantara kebanggaan Indonesia, Imam Nawawi Banten dalam karyanya Nashaikhul ‘Ibad menyantumkan sebuah hadits:
سَيَأْتِى عَلَى أُمَّتِى زَمَانٌ يُحِبُّوْنَ اْلخَمْسَ وَيَنْسَوْنَ اْلخَمْسَ : يُحِبُّوْنَ الدُّنْيَاوَ يَنْسَوْنَ اْلآخِرَةَ وَيُحِبُّوْنَ اْلحَيَاةَ وَيُنْسَوْنَ الْمَوْتَ وَيُحِبُّوْنَ اْلقُصُوْرَ وَيَنْسَوْنَ اْلقُبُوْرَ وَيُحِبُّوْنَ الْمَالَ وَيَنْسَوْنَ اْلحِسَابَ وَيُحِبُّوْنَ اْلخَلْقَ وَيَنْسَوْنَ الْخَالِقَ
Artinya, “Akan datang suatu masa, di mana umatku lebih mencintai kepada 5 perkara dan melupakan 5 perkara lainnya: 1. Lebih mencintai dunia dan melupakan akhirat. 2. Lebih mencintai hidup dan melupakan mati. 3. Lebih mencintai gedung-gedung mewah dan lupa kubur. 4. Lebih mencintai harta benda dan lupa hisab. 5. Lebih mencintai kepada sesama makhluk dan melupakan Allah subhanahu wa ta’ala.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Ayat al Qur’an dan hadits diatas bisa menjadi cambuk bagi kita, bahwa segala sesuatu yang dapat menghinakan kita di alam kubur dan akhirat nanti haruslah kita antisipasi dan kita hindari. Orang yang beruntung adalah orang yang dialam kubur dan alam akhiratnya selamat.
Bolehlah kita mengumpulkan harta benda asal dengan niatan untuk dijadikan wasilah berbuat ta’at kepada Allah subhanahu wata’ala.
Bolehlah kita sibuk berniaga, sibuk menjadi pejabat, sibuk ber-organisasi, sibuk membesarkan pengaruh dan kesibukan-kesibukan duniawi lainnya asal semuanya sesuai dengan koridor agama dan tentu dengan niatan mulia menjadikan dunia kita untuk sarana melakukan ta’at kepada Allah subhanahu wata’ala.
Sebagian ulama berkata bahwa, minimal ada tiga faktor yang harus dipenuhi oleh kita agar aktifitas kita, kesibukan kita, amalliyah kita dan seluruh sepak terjang kita bisa bernilai pahala dan penuh dengan keberkahan.
Faktor pertama adalah kita harus berstatus menjadi orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-nya (mu’min). Kedua, amal kita harus sesuai dengan aturan syari’at dan ketiga adalah ikhlas. Ikhlas dalam arti, kita beramal bukan tujuan untul dipuji dan disanjung oleh manusia tapi tujuan kita adalah mengharap ridha Allah subhanahu wata’ala.
Demikian khutbah pada kesempatan yang punuh berkah ini, semoga Allah senantiasa memberikan taufiq-Nya kepada kita, hingga kita dianugerahi kesemangatan untuk menjadianusia yangulia dialam kubur dan akhirat. Amin.
.أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ . والْعَصْرِ إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلاَّ الَّذِينَ أٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَقُلْ رَبِّ اغْفَرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدًا كَمَاۤ أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَاۤإِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِلٰهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأٰخِرِيْنَ اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ
اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ صَلَاةً دَائِمَةً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ أَمَّا بَعْدُ
فَيَاۤ أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ
وَاعْلَمُوْاۤ أََنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَاۤئِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَاۤئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاۤ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىۤ أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَاۤ اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَىۤ أَلِ سَيِّدِنَاۤ اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىۤ أَٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَاۤ اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَىۤ أَٰلِ سَيِّدِنَاۤ اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَات
اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاۤءَ وَالْغَلَاۤءَ وَالْوَبَاۤءَ وَالْفَحْشَاۤءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَاۤئِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاۤصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَاۤمَّةً اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ رَبَّنَاۤ أٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللّٰهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ
Penulis: Kiai Muhammad Mawardi, Ketua LD PCNU Brebes
Khutbah versi Bahasa Jawa: Unduh Disini
Khutbah versi Bahasa Indonesia: Unduh Disini