LKNU-PARI Cilacap dan Poltekkes Jakarta Gelar Screening Kesehatan Gratis untuk Warga

Cilacap – Perhimpunan Ahli Radiografer Indonesia (PARI) Cabang Cilacap bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cilacap dan Poltekkes Jakarta menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa screening kesehatan gratis. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan ultrasonografi (USG) abdomen, rontgen toraks, serta screening kesehatan umum untuk warga Cilacap, khususnya warga Nahdliyin. Acara tersebut diselenggarakan selama tiga hari sejak Jumat hingga Ahad (22-24/8/2025) di Aula Kantor Pusdiklat PCNU Cilacap.

Ketua PARI Cabang Cilacap, Imam Nawanto, S.Tn, Kes,Rad menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian profesi radiografer terhadap kesehatan masyarakat.

“Hari ini kami melakukan pengabdian masyarakat dengan screening USG gratis dan foto rontgen gratis dalam rangka penanggulangan TBC. Kehadiran PARI di Cilacap diharapkan dapat memberi manfaat nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju hidup sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LKNU Cilacap, H. Hudaefah, menyambut baik inisiasi PARI Cilacap yang didukung oleh Poltekkes Jakarta.

“PCNU Cilacap melalui LKNU sangat mengapresiasi kegiatan ini. Screening kesehatan, USG abdomen, dan rontgen toraks sangat sinkron dengan program kesehatan yang kami jalankan, sekaligus mendukung target pembangunan kesehatan di Kabupaten Cilacap, khususnya deteksi dini TBC. Harapan kami, Cilacap bisa bebas TBC pada tahun 2029,” tegasnya.

Mewakili Poltekkes Jakarta, Puji Supriyono, SKM, S.ST, S.Tr.Rad, MH.K, menuturkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi wahana pengabdian institusi kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada PCNU Cilacap yang telah memberi kesempatan kepada Poltekkes Jakarta untuk berkontribusi langsung melalui layanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, disediakan tiga pos layanan utama:
1. Screening kesehatan umum – untuk deteksi dini penyakit gula darah dan kondisi fisik.
2. USG abdomen – untuk profiling kesehatan masyarakat, terutama deteksi penyakit tidak menular seperti gangguan hati (hepatitis) dan ginjal.
3. Rontgen toraks – untuk deteksi dini penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC).

Selain pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan edukasi penting tentang pola hidup sehat, menjaga gizi seimbang, serta perilaku higienis guna mencegah penyakit tidak menular maupun menular.

Dengan adanya deteksi dini, masyarakat yang terindikasi sakit dapat segera mendapatkan pengobatan. Untuk kasus TBC, upaya pencegahan dilakukan melalui identifikasi cepat, isolasi, pengobatan, dan pengendalian lingkungan, sehingga penyebaran bisa ditekan sejak awal.