JOMBANG – Pengurus baru Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gemuh masa khidmah 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat di Pondok Pesantren Tebuireng, tepatnya di Gedung Yusuf Hasyim, pada Minggu (12/04/2026).
Pelantikan yang berlangsung di salah satu pesantren bersejarah ini menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Momentum tersebut dimaknai sebagai upaya memperkuat komitmen pengurus dalam menjalankan amanah khidmah di Nahdlatul Ulama dengan meneladani perjuangan para pendiri.
Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU Kendal, para tokoh pesantren, serta warga Nahdliyin Kecamatan Gemuh. Prosesi pelantikan dipimpin oleh KH Masykur Amin selaku Rois Syuriyah PCNU Kendal, didampingi pengurus cabang lainnya.
Dalam susunan kepengurusan yang baru, KH Achmad Hanafi Nashori didapuk sebagai Rois Syuriyah, sementara Muhammad Mahfud dipercaya menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Gemuh.
Ketua MWC NU Gemuh, Muhammad Mahfud, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pelantikan di Tebuireng memiliki makna khusus sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.
“Kami ingin para pengurus tidak hanya dilantik secara formal, tetapi juga mendapatkan spirit perjuangan dari Hadratussyaikh. Semoga nilai-nilai beliau dapat menjadi inspirasi dalam mengabdi kepada NU dan umat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Kabupaten Kendal sebagai bagian dari penguatan jaringan dan sinergi antar alumni.
Acara tersebut turut dihadiri oleh KH Muhammad Riza Yusuf Hasyim dan KH Achmad Roziqi. Dalam sambutannya, KH Muhammad Riza menyampaikan pesan yang dinisbatkan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari tentang kemuliaan orang-orang yang berkhidmah di NU.
Sementara itu, KH Achmad Roziqi menekankan pentingnya menjaga akhlak dan persatuan umat, sebagaimana pesan dalam kitab Al-Mawaidh. Ia mengingatkan bahwa perpecahan seringkali terjadi karena jauhnya umat dari nilai-nilai Al-Qur’an.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari dan para muassis Nahdlatul Ulama di Jombang sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan spiritual bagi para pengurus yang baru dilantik