Pembukaan Konferensi Cabang Istimewa (Konfercabis) ke-7 Nahdlatul Ulama Korea Selatan Berlangsung Khidmat

KOREA SELATAN, Selasa, 17 Februari 2026 – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan menyelenggarakan Konferensi Cabang Istimewa (Konfercabis) ke-7 dengan mengusung tema “Berdaya di Negara Orang, Digdaya di Negeri Sendiri: Spirit Konfercabis PCINU 2026.” Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam estafet kepemimpinan dan penguatan peran warga Nahdliyin di Negeri Ginseng.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam kegiatan ini jajaran pengurus PCINU Korea Selatan, badan otonom seperti GP Ansor, Fatayat, dan Lazisnu, para amir masjid di Korea Selatan, serta para dai Go Global Safari Ramadhan 2026.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan shalawat yang diiringi rebana Subbanul Wathon, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

WhatsApp Hubungi Kami

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Tanfidziah PCINU Korea Selatan, KH. Kusnul Ansori. Dalam pesannya, beliau menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan dalam organisasi.

“Setiap pemimpin ada masanya, dan setiap masa ada pemimpinnya. Likulli rajulin zamanun, walikulli zamanin rajulun,” ujarnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Rais Syuriah PCINU Korea Selatan, KH. Huda Ulinnuha Al-Amien. Beliau menekankan pentingnya peran generasi muda NU untuk bangkit dan berkhidmat di Korea Selatan.

“Generasi muda NU harus bangun dan bergerak berkhidmat di negeri Korea Selatan ini,” pesannya.

Beliau juga berharap agar pemuda NU mampu mendampingi dan mengayomi jamaah Nahdliyin yang berada di Korea Selatan. Menurutnya, kekompakan dan kerukunan internal menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi.

“Seluruh pengurus NU harus rukun dahulu dan semangat khidmat memikirkan NU. Kami berterima kasih kepada pengurus lama PCINU Korea Selatan yang sudah berkhidmat pada periode 2024–2026,” tutupnya.

Sambutan berikutnya datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan yang diwakili oleh Atase Tenaga Kerja Luar Negeri, Bapak Dedi Suprapto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa para Pekerja Migran Indonesia telah menunjukkan kiprah yang membanggakan.

“Para Pekerja Migran Indonesia sedang berdaya di Korea Selatan dan digdaya di negeri sendiri. Selamat berkonfercabis, semoga melahirkan pemimpin yang memajukan NU di Korea Selatan,” pungkasnya.

Sementara itu, sambutan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diwakili oleh Prof. KH. Rumadi Ahmad yang sekaligus membuka secara resmi Konfercabis ke-7 PCINU Korea Selatan. Ia juga menyampaikan salam dari Ketua Umum PBNU yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.

Dalam apresiasinya, beliau menyebut PCINU Korea Selatan sebagai salah satu cabang yang paling aktif di tingkat internasional.

“Pengurus PCINU Korea Selatan ini merupakan PCINU yang paling aktif dan baik di antara 34 PCINU yang ada di dunia,” ujarnya.

Ia berharap Konfercabis ini menjadi momentum suksesi kepemimpinan yang matang dan penuh tanggung jawab.

“Masuklah jam’iyah NU dengan mahabbah, widad, waulfah, demi kerukunan dan persatuan jamaah,” pungkasnya.

Konfercabis ke-7 ini diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang solid, progresif, serta mampu menguatkan peran Nahdlatul Ulama di Korea Selatan, baik dalam pembinaan keagamaan, pendampingan pekerja migran, maupun penguatan ukhuwah Islamiyah di perantauan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *