Kudus, kabarnujateng.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-40 Program Sarjana (S1) dan Wisuda ke-22 Program Magister (S2) di lantai 5 Gedung Laboratorium Terpadu, Rabu–Kamis (4–5/2/2026).
Wisuda ini menjadi yang pertama setelah transformasi dari IAIN menjadi UIN, dengan total 2.194 wisudawan dan wisudawati.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sunan Kudus, Hj Siti Malaiha Dewi, melaporkan bahwa jumlah lulusan terdiri atas 2.096 sarjana dan 99 magister.

Pada hari pertama, Rabu (4/2/2026), kampus mewisuda 1.055 lulusan S1 dari tiga fakultas: Fakultas Ushuluddin (232 orang), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (335 orang), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (488 orang).
Selain prosesi wisuda, UIN Sunan Kudus juga memberikan apresiasi kepada lulusan berprestasi. Tercatat wisudawan terbaik dari 14 program studi serta 29 wisudawan dan wisudawati dengan prestasi Tahfidz Al-Qur’an sebagai bentuk penghargaan atas capaian akademik dan nonakademik.
Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. H Abdurrohman Kasdi, menegaskan bahwa keberhasilan para lulusan tidak lepas dari peran besar orang tua.
“Dengan penuh kesabaran, pengorbanan, dan doa tiada henti, mereka menjadi penyangga utama perjalanan akademik putra-putri tercinta,” ujarnya.
Mengusung tema Menuju Masa Depan Umat yang Hidup dan Berkah, Prof. Kasdi menjelaskan bahwa umat yang hidup adalah komunitas yang dinamis, bernafas dengan ilmu, berdenyut dengan iman, dan bergerak dengan akhlak.
“Inilah wujud Islam rahmatan lil ‘alamin yang mampu merespons tantangan zaman dengan kearifan,” tuturnya.
Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Pantura Timur, UIN Sunan Kudus meneladani nilai dakwah Rasulullah saw dan Sunan Kudus yang santun, ideologis, serta menghargai kearifan lokal.
Nama UIN Sunan Kudus, lanjutnya, mengandung prinsip tawassuth, tawazun, i’tidal, tasamuh, serta amar ma’ruf nahi munkar, dengan DNA keilmuan yang mengintegrasikan sains, teknologi, humaniora, dan nilai keislaman.
“Gelar yang kalian sandang hari ini adalah bukti integrasi ilmu dan agama. Jadilah insan yang menginspirasi dan bermanfaat bagi sesama,” pesan Prof. Kasdi, seraya mengutip, Khoirunnas anfa’uhum linnas.

Momen haru juga mewarnai wisuda saat UIN Sunan Kudus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Muhammad Faiz Anwar, calon wisudawan terbaik dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, yang wafat pada 14 Juli 2025 akibat kecelakaan. Meski telah lulus munaqosah pada 2 Juli 2025, almarhum berpulang sebelum mengikuti prosesi wisuda.
Sebagai bentuk empati dan penghargaan, pihak kampus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum serta memberikan beasiswa pendidikan kepada kakaknya apabila melanjutkan studi S2 di UIN Sunan Kudus.
“Prestasi dan keteladanan almarhum akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar UIN Sunan Kudus,” pungkas Prof. Kasdi.