Demak, kabarnujateng.com
Puluhan santri di Kabupaten Demak mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar Santri Gayeng Nusantara (SGN) Demak. Kegiatan berlangsung di Gradhika Bina Praja, kompleks Pemkab Demak, Ahad (31/8/2025), dan disambut antusias para peserta.
Ketua SGN Demak, KH Agus Ahmad Hanif, menjelaskan pelatihan ini bertujuan membekali santri dengan keterampilan menulis, sekaligus membuka ruang agar lahir jurnalis baru dari kalangan santri.
“Kedepannya saya berharap lahir jurnalis profesional dari kalangan santri lebih banyak lagi, sehingga bisa mewarnai media-media yang ada sekarang,” ungkap Kiai Agus.
Ia menambahkan, santri yang memiliki minat dan kemampuan akan diarahkan mengikuti pelatihan lanjutan. SGN Demak juga berencana membuat portal khusus sebagai media praktik menulis santri.
“Ilmu yang didapatkan bisa langsung dipraktikkan. Jadi tidak berhenti hanya sebatas teori,” tegasnya.
Kiai Agus turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Demak yang memfasilitasi kegiatan ini. Menurutnya, perhatian Bupati Hj Esti’anah dan Wakil Bupati M Badruddin terhadap pengembangan santri sangat besar.
“Beliau-beliau ini pemimpin santri, punya latar belakang pesantren, dan alhamdulillah punya perhatian penuh untuk kegiatan seperti ini,” tambahnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin Maimoen yang dikenal sebagai Panglima Santri, melalui pengurus SGN Jateng, Rohmat Rianto, juga memberi apresiasi. SGN Jateng, katanya, siap menfasilitasi kabupaten/kota lain yang ingin mengadakan pelatihan jurnalistik atau penguatan media sosial.
“Sekarang kami sudah punya tim media. Ke depan lebih dimasifkan lagi dengan konten kegiatan SGN Jateng dan kabupaten/kota. InsyaAllah semuanya sudah tertata,” terang Rianto.
Sementara itu, Wakil Bupati Demak, M Badruddin atau Gus Bad, yang hadir mewakili Bupati Demak, menilai kegiatan ini langkah positif dalam menumbuhkan keterampilan menulis santri.
“Kegiatan ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, dan peran santri dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Gus Bad.
Ia berharap santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga piawai dalam komunikasi dan literasi media. “Saya berharap pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan kapasitas santri di bidang jurnalistik,” pungkasnya.